Rabu, 11 Januari 2012

PENELITIAN TERHADAP PENGARUH KEUNGGULAN PRODUK TERHADAP MINAT KARYAWAN MENJADI PESERTA ASKES.


PENELITIAN TERHADAP PENGARUH KEUNGGULAN PRODUK TERHADAP MINAT KARYAWAN MENJADI PESERTA ASKES.

Silvi Ariyanti

Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara, Jl. Sisingamangaraja, Medan


Abstrak

Di dalam perkembangan bisnis jasa di Indonesia banyak perusahaan yang dituntut untuk terus berkembang mengikuti perubahan situasi dan kondisi yang ada. Salah satu bisnis jasa yang juga turut berkembang adalah jasa asuransi kesehatan. PT. Asuransi Kesehatan (ASKES) adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Jasa Asuransi Kesehatan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh keunggulan produk terhadap minat konsumen menjadi peserta ASKES. Pengumpulan dan dilakukan dalam 3 tahapan yaitu pembuatan kuesioner, pembagian kuesioner dan pengumpulan data. Metode pengolahan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisa statistik yaitu Korelasi linear. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan: semakin karyawan merasakan manfaat, semakin sesuai produk ASKES terhadap karyawan, semakin banyak penambahan fasilitas, semakin unggul produk, semakin mudah penggunaan produk, semakin dirasakan diversifikasi produk dan semakin karyawan merasa perlu terhadap diversifikasi produk dari produk ASKES maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES.

Kata-kata kunci: Keunggulan, Diversifikasi, Korelasi Linier

Abstract

In growth of service business in Indonesia a lot of company claimed to be non-stoped to to expand to follow the the change of situation existing condition and. One of service business which also partakes to expand is service of health insurance. PT. Health Insurance kes (ASKES) is a company Effort Publik Ownwrship (BUMN) which is active in Service of Health Insurance. As for internal issue formula this research is how big influence of product excellence to consumer enthusiasm become the competitor ASKES. Gathering and [done/conducted] in three steps that is making kuesioner, division of quitionaires and data collecting. Method of data processing taken by using statistical analysis that is linear Correlation. From this research is obtained by a conclusion: progressively employees feel the benefit, progressively according to product ASKES to employees, more and more facility addition, progressively exeed the product, progressively easy to product use, is progressively felt by a product diversification and progressively employees feel important to product diversification from product ASKES hence progressively employees enthusiasm become the competitor ASKES

Keywords: Excellence, Diversified, Linear Correlation


Pendahuluan

Di dalam perkembangan bisnis jasa di Indonesia banyak perusahaan yang dituntut untuk terus berkembang mengikuti perubahan situasi dan kondisi yang ada. Salah satu bisnis jasa yang juga turut berkembang adalah jasa asuransi kesehatan. PT. Asuransi Kesehatan (Persero) atau PT. ASKES (Persero) adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Jasa Asuransi Kesehatan. PT. ASKES Cab. Medan dalam menghadapi persaingan yang semakin berat, harus menentukan langkah terbaik. Prosedur pembayaran premi yang mudah, cepat serta penerapan diversifikasi produk merupakan faktor yang harus diperhatikan, untuk menarik minat masyarakat menjadi peserta ASKES.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh keunggulan produk terhadap minat konsumen menjadi peserta ASKES.

Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah: Produk yang dijadikan objek penelitian hanyalah tipe ASKES Blue.

Pengertian Asuransi

Pengertian asuransi dalam Undang-Undang Hukum Dagang Perniagaan berbunyi sebagai berikut (Satria, 1994) :” Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dimana penanggung dengan mendapat premi, mengikat dirinya pada tertanggung untuk mengganti kerugian karena kehilangan, kerugian atau tidak didapatnya keuntungan yang diharapkan, yang dapat diderita, karena suatu hal yang tidak dapat diketahui lebih dahulu”.
Jenis Produk

Berdasarkan ruang lingkup pelayanan, fasilitas kesehatan dan wilayah pelayanan yang dipilih, PT. ASKES (Persero) Cabang Utama Medan menjual produk sebagai berikut:
1.     ASKES Gold
a.     Berlaku Nasional
b.     Ruang lingkup pelayanan: Paket Standard Plus
c.     Fasilitas kesehtan: Rumah Sakit yang ditunjuk PT. ASKES (Persero) di seluruh Indonesia.
2.     ASKES Silver
a.     Berlaku Nasional
b.     Ruang Lingkup pelayanan: Paket Standar
c.     Fasilitas Kesehatan: Rumah sakit yang ditunjuk oleh PT. ASKES (Persero) diseluruh Indonesia.
3.     ASKES Blue
a.     Berlaku Regional
b.     Ruang lingkup pelayanan: sesuai kesepakatan antara peserta dengan PT. ASKES (Persero) Regional atau Cabang
c.     Fasilitas Kesehatan: Rumah Sakit yang ditunjuk oleh PT. ASKES
4.     ASKES Alba
a.     Berlaku Lokal
b.     Ruang lingkup pelayanan: sesuai kesepakatan antara peserta dengan PT. ASKES (Persero) Regional atau PT. ASKES (Persero) Cabang setempat.
c.     Fasilitas Kesehatan: Rumah sakit yang ditunjuk oleh PT. ASKES 

Diversifikasi Produk

Diversifikasi produk adalah upaya perusahaan untuk meningkatkan penjualan melalui penganekaragaman produk, yang dapat dilakukan melalui pengembangan produk yang sudah ada.
Menurut Tjiptono (1997: 132) Diversifikasi produk adalah upaya mencari dan mengembangkan produk atau pasar yang baru, atau keduanya dalam rangka mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas dan fleksibilitas.

Pengertian Pelayanan

Menurut Adrian, pelayanan secara umum adalah rasa menyenangkan yang diberikan kepada orang lain disertai kemudahan- kemudahan dan memenuhi segala kebutuhan mereka.

Minat Menjadi Peserta

Untuk menarik orang agar mengikuti sistem keanggotaan suatu organisasi, mempertahankan agar mereka datang mendaftarkan diri terutama kerena termotivasi oleh program pemasaran organisasi tersebut yang menjanjikan sesuatu yang menarik, maka organisasi atau perusahaan perlu memberi imbalan bagi mereka.

Kepuasan Peserta dan Kualitas Jasa.

Menurut Kotler, dari keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, pada akhirnya akan bermuara pada nilai yang akan diberikan oleh peserta mengenai kepuasan yang dirasakan. Kepuasan merupakan tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja produk/ jasa yang diterima dan yang diharapkan. Dalam era globalisasi ini, perusahaan akan selalu menyadari akan pentingnya faktor peserta.


Metode Penelitian

Pengumpulan Data

Pengumpulan dan dilakukan dalam 3 tahapan yaitu pembuatan kuesioner, pembagian kuesioner dan pengumpulan data. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner disusun berdasarkan variable penelitian yang akan diukur.

Dalam pembuatan quisioner yang dilihat pertanyaanpertanyaan yang diajukan mengacu kepada tiga bahagian yaitu:
·       Pertanyaan 1,2,3,4 dan 5 dikorelasikan dengan Y1 (Fasilitas) yaitu Apakah anda berminat menjadi peserta ASKES dengan fasilitas yang ditawarkan kepada anda.
·       Pertanyaan 6,7,8,9 dan 10 dikorelasikan dengan Y2 (Manfaat) yaitu Apakah anda berminat menjadi peserta ASKES karena manfaat dari produk yang ditawarkan kepada anda.

Pengujian Data

·         Uji Validitas
Analisa validitas dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Item pertanyaan atau pertanyaan dianggap valid jika mempunyai nilai r hitung yang lebih besar dari r standard.

Pengujiaan validitas dimaksudkan untuk mengetahui konsistensi internal dengan cara mengkorelasi tiap skor total, hal ini berdasarkan asumsi menggunakan korelasi product moment, terhitung dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Keterangan :
r = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y
x = Variabel bebas ( tidak terikat )
y = Variabel tidak bebas ( terikat )
n = Jumlah sampel

Nilai r atau koefisien korelasi yang telah diperoleh pada hasil analisis korelasi masih perlu diuji signifikansinya. Pengujian koefisien korelasi ini dapat dilakukan dengan nilai Probabilitas. Apabila suatu korelasi memiliki nilai probabilitas kurang dari 0,05 atau p < 0,05; maka hubungan korelasi tersebut adalah signifikan.

Koefisien korelasi memiliki tiga ketentuan penting, yaitu sebagai berikut :
1.       Koefisien korelasi dapat bernilai positif atau negatif, tetapi tanda positif dan negatif tersebut khusus menunjukkan arah hubungan, bukan kekuatan hubungan.
2.       Range koefisienkorelasi dimulai dari 0 sampai ± 1, atau dapat dinotasikan  -1 ≤ r ≤ 1.
3.       Nilai koefisien korelasi dapat diinterpretasi secara simetris. Koefisien korelasi antara variabel X dengan Y adalah sama dengan koefisien korelasi antara variabel Y dengan X.

Hasil Dan Pembahansan

Bila nilai r hitung sama atau lebih besar dari nilai tabel maka hipotesisnya diterima atau nilai korelasinya signifikan, selanjutnya bila nilai r hitung lebih kecil dari nilai tabel maka hipotesis yang diajukan ditolak. Seperti terlihat dalam Tabel 1 dibawah ini:  

Tabel 1 Reliability Statistics

Cronbach's Alpha
N of Items
.844
21

Pada Tabel 2 kolom Corrected Item-Total Correlation  menjelaskan tentang valid tidaknya pertanyaan yang diberikan oleh responden berdasarkan nilai tabel r. sedangkan nilai tabel r adalah 0,294 dan pada kolom Corrected Item-Total Correlation tidak ada pertanyaan yang mempunyai nilai lebih kecil dari 0,294 maka semua pertanyaan dinyatakan valid.


Tabel 2 Item total statistics

Pertanyaan
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item Deleted
Manfaat produk
50.13
46.288
.690
.824
Kesesuaian produk dengan kebutuhan
50.30
47.040
.778
.823
Penambahan fasilitas
50.28
46.944
.713
.825
Keunggulan produk
50.47
48.254
.608
.830
Kemudahan produk
50.15
47.303
.787
.824
Kebaikan produk
50.32
46.918
.749
.824
Keunggulan diversivikasi produk
50.38
48.807
.605
.831
Alternatif pilihan
50.51
48.690
.643
.830
Kepuasan terhadap produk
50.11
50.401
.352
.840
Kebutuhan diversivikasi produk
49.62
48.720
.445
.836
Manfaat
50.13
49.070
.620
.831
Fasilias
50.06
49.235
.488
.834

Tabel 3 Hubungan variabel X minat menjadi peserta ASKES dalam hal manfaat (Y)


Manfaat
Manfaat produk
Pearson Correlation
.395(**)

Sig. (2-tailed)
.006

N
47
Kesesuaian dengan kebutuhan
Pearson Correlation
Sig (2-tailed)
N
.529(**)

.000
47
Penambahan fasilitas
Pearson Correlation
.445(**)

Sig. (2-tailed)
.002

N
47
Keunggulan produk
Pearson Correlation
.332(*)

Sig. (2-tailed)
.023

N
47
Kemudahan produk
Pearson Correlation
.611(**)

Sig. (2-tailed)
.000

N
47
**  Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*  Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Dari perhitungan diatas diketahui keterkaitan antara variabel manfaat dengan pertanyaan Apakah anda berminat menjadi peserta ASKES karena manfaat dari produk yang ditawarkan kepada anda adalah :
·       Dari Pertanyaan Apakah produk ASKES yang anda gunakan bermanfaat bagi anda, dikorelasikan dengan manfaat memiliki hubungan yang positif dengan nilai korelasi 0,395. Hal ini berarti dirasakan manfaat dari ASKES bagi konsumen maka semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES. Korelasi memilki hubungan yang lemah dengan nilai probabilitasnya adalah 0,006 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
·       Dari pertanyaan apakah produk yang diberikan kepada anda sesuai dengan kebutuhan anda, dikorelasikan dengan manfaat memiliki hubungan yang positif. Semakin sesuai kebutuhan yang didapai dari produk ini maka semakin besar minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,592. Korelasi memiliki hubungan yang kuat. Nilai probabilitasnya adalah 0,000 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
·       Dari pertanyaan apakah perlu penambahan fasilitas terhadap produk yang anda gunakan dikorelasikan dengan manfaat memiliki hubungan yang postif. Semakin banyak fasilitas yang didapati maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,445. Korelasi memiliki hubungan yang kuat. Nilai probabilitasnya adalah 0,002 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
·       Pertanyaan apakah produk yang anda gunakan mempunyai keunggulan, dikorelasikan dengan manfaat memiliki hubungan yang postif. Semakin banyak keunggulan kartu ASKES maka semakin minatlah karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,332. Korelasi memiliki hubungan yang lemah. Nilai probabilitasnya adalah 0,023 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
·       Dari pertanyaan apakah anda mudah dalam menggunakan produk ini dikorelasikan dengan manfaat memiliki hubungan yang postif. Semakin mudah dalam menggunakan kartu ini maka semakin minat karyawan menjadi peserta dengan nilai korelasi 0,611. Korelasi memiliki hubungan yang kuat. Nilai probabilitasnya adalah 0,000 karena probabilitas < 0,05 maka Ho terima.

Dari perhitungan pada table 4 diketahui keterkaitan antara variabel fasilitas dengan pertanyaan Apakah anda berminat menjadi peserta ASKES dengan fasilitas yang ditawarkan kepada anda adalah :
·       Dari pertanyaan apakah produk–produk yang ditawarkan selama ini baik, dikorelasikan dengan fasilitas  memiliki hubungan semakin baik produk yang diberikan maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,271. Korelasi memiliki hubungan yang lemah. Nilai probabilitasnya adalah 0,065 karena probabilitas > 0,05 maka Ho ditolak.
·       Dari pertanyaan apakah keuntungan dari diversifikasi produk dapat anda rasakan secara langsung dikorelasikan dengan fasilitas memiliki hubungan yang positif. Semakin banyak keuntungan yang diperoleh secara langsung dari penggunaan kartu ini maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,296. Korelasi memiliki hubungan yang lemah. Nilai probabilitasnya adalah 0,043 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
·       Dari pertanyaan apakah dengan adanya diversifikasi produk memberikan alternatif pilihan pada anda, dikorelasikan dengan fasilitas memiliki hubungan yang postif. Semakin banyak pilihan dari fasilitas yang diberikan maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,246. Korelasi memiliki hubungan yang lemah. Nilai probabilitasnya adalah 0,095 karena probabilitas > 0,05 maka Ho ditolak.
·       Dari pertanyaan apakah anda merasa puas dengan produk yang ditawarkan selama ini, dikorelasikan dengan fasilitas memiliki hubungan yang postif. Semakin puas peserta dalam mendapati fasilitas yang diberikan maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,116. Ini berarti korelasi memiliki hubungan yang sangat lemah. Nilai probabilitasnya adalah 0,437 karena probabilitas > 0,05 maka Ho ditolak.
·       Pertanyaan 10 yaitu Apakah perlu diversifikasi produk yang baru dengan fasilitas memiliki hubungan yang postif. Semakin banyak penganekaragaman dalam hal fasilitas maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,378. Korelasi memiliki hubungan yang lemah. Nilai probabilitasnya adalah 0,009 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.           

Tabel 4 Hubungan variabel X dengan minat menjadi peserta ASKES dalam hal fasilitas (Y)

                 
Fasilitas
Kebaikan produk
Pearson Correlation
.271

Sig. (2-tailed)
.065

N
47
Keunggulan diversivikasi produk
Pearson Correlation
Sg. (2-tailed)
N
.296(*)

.043
47
Alternatif pilihan
Pearson Correlation
.246

Sig. (2-tailed)
.095

N
47
Kepuasan terhadap produk
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
.116

.437

N
47
Kebutuhan diversivikasi produk
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
.378(**)
.009

N
47
**  Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*  Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).


Kesimpulan

Dari pengolahan data yang telah di lakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :
a)      Semakin karyawan merasakan manfaat kartu ASKES bagi dirinya maka semakin berminat mereka menjadi peserta ASKES.
b)      Semakin sesuai produk ASKES terhadap karyawan maka semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES.
c)       Semakin banyak penambahan fasilitas ASKES maka semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES.
d)      Semakin unggul produk ASKES maka semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES.
e)       Semakin mudah penggunaan produk ASKES maka semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES,.
f)       Semakin diversifikasi produk dirasakan karyawan maka semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES.
g)       Semakin karyawan merasa perlu terhadap diversifikasi produk maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES.


Daftar Acuan

Arikuntoro Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi, Rineke Cipta, Jakarta.

Fandy Tjiptono, 1997, Strategi Pemasaran, Edisi Kedua, Andi, Jakarta.

Kuncoro Mudrajad, 2003, Metode Riset Untuk Riset Bisnisdan Ekonomi, Erlangga, Jakarta. 

Komersial Divisi, 2006, Pedoman Penyelenggaraan ASKES Komersial, PT. ASKES, Jakarta.

Komersial Divisi, 2006, Pedoman Pelayanan Kesehatan Peserta ASKES Komersial, PT. ASKES, Jakarta.

Triton P. B, 2006, SPSS 13.0 Terapan, Andi, Yogyakarta.

Vincent Gaspersz, 1998, Production Planning and Inventory Control, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.