PENYELIDIKAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PEMBANGUNAN PRODUK BARU PADA INDUSTRI PEMBUATAN
DI MALAYSIA
M.R.Muhamad & S.Ariyanti
Pusat Pengajian Kejuruteraan Mekanik
Universiti Sains Malaysia, Kampus Kejuruteraan
14300 Nibong Tebal, Pulau Pinang
MALAYSIA
email: razali@eng.usm.my; gaperta@yahoo.com
ABSTRAK
Dalam persaingan di pasaran yang sangat kuat industri modern dituntut untuk menambah rata-rata pembangunan produk baru (PPB) untuk menjamin industri tersebut secara keseluruhan dan untuk melindungi kedudukan produk di pasaran. Industri yang tidak melaksanakan inovasi produk dan mempertahan produk yang ada akan digoncang oleh pesaing yang lebih memahami peluang pasar, yang memanfaatkan kemajuan teknolog dan memahami perubahan kehendak pengguna. Oleh karena itu negara yang sedang membangun seperti Malaysia akan menjadi negara maju dalam bidang perindustrian apabila industri-industri di Malaysia terus berusaha untuk membangun dan memperbaiki produk yang ada. Selain itu PPB yang berhasil akan membawa industri-industri kecil dan sederhana untuk dapat bersaing di pasaran internasional.
Kertas kerja ini membentangkan hasil penyelidikan yang telah dijalankan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan PPB. Skop penyelidikan ini merangkumi industri yang terdapat di Malaysia khususnya industri yang bergerak dalam bidang plastik
dan telekomunikasi. Kaedahpenelitian yang digunakan untuk memperolehi data adalah dengan menghantarkan borang soal selidik kepada industri plastik dan telekomunikasi di Malaysia yang telah dipilih secara acak. Empat puluh tiga industri plastik dan telekomunikasi yang memberikan balasan dan terlibat dalam PPB menjadi responden dalam penyelidikan ini. Kaedahyang digunakan dalam menganalisa data adalah dengan menggunakan analisa statistik yaitu korelasi linear.
Dari hasil penyelidikan didapati bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap keberhasilan produk baru di pasaraan adalah: proses PPB, managemen (strategi
pembangunan, kemampuan teknikal pekerja, dukungan dari pimpinan, sistem pembagian tugas, sistem latihan pekerja), informasi, teknologi, dan keuangan.
1.Pendahuluan
Industri pembuatan harus memikirkan sumbangan yang penting yang dapat diberikan untuk aktivitas pembangunan produk baru (PPB) bagi meningkatkan ke upayaan untuk bersaing di pasaran dalam negeri dan di pasaran global. Lee et. al. (2001) berpendapat, PPB adalah faktor kunci untuk keberhasilan dalam strategi produk dan merupakan bagian penting suatu persaingan, yang memberikan penekanan pada pembangunan produk oleh kelompok kerja dengan berbagai fungsi dalam kerangka kerja dari PPB. Dalam kelompok kerja dengan berbagai fungsi perekabentuk yang bervariasi dan insinyur-insinyur yang melibatkan insinyur elektro, insinyur mekanik, pakar pemasaran, perekabentuk industri dan sumber manusia yang bekerja bersama-sama dalam suatu tempat karena dengan penekanan khusus pada komunikasi yang berkesinambungan antara anggota-anggota projek.
Suatu strategi pembangunan produk yang baik adalah dengan mengimbangi antara permintaan pasaran dan keadaan industri. Strategi produk yang baik juga memerlukan hubungan yang baik dari bahagian pemasaran dan bahagian penyelidikan & pembangunan. Hubungan ini diperlukan karena bahagian pemasaran mengetahui dengan pasti dan dapat menaksir keperluan pengguna, sedangkan bahagian penyelidikan & pembangunan memiliki kemampuan membangun produk untuk memenuhi keperluan tersebut (Urban & Hauser, 1993).
2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembangunan Produk Baru
PPB adalah suatu proses yang kompleks yang melibatkan banyak faktor untuk keberhasilannya. Faktor-faktor tersebut dapat datang dari dalam maupun dari luar syarikat. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam PPB adalah sebagai berikut:
2.1 Proses PPB
Proses PPB merupakan faktor yang paling menentukan dalam keberhasilan dari suatu PPB. Ini karena proses PPB melibatkan aktivitas dan keputusan-keputusan serta waktu yang diperlukan mulai dari ide sampai produk dilancarkan ke pasaran (Craig & Hart, 1992). Proses PPB itu sendiri melibatkan banyak disiplin ilmu yang dipadukan dengan masukan-masukan dari bahagian pemasaran, teknik, penyelidikan & pembangunan dan produksi (Cooper, 1983). Untuk menghasilkan produk yang baik proses PPB juga harus disokong dengan teknologi yang sesuai dan efektif. Dan dengan penggunaan teknik teknik baru untuk mempersembahkan produk yang berqualiti, dipercayai dan juga untuk memperbaiki ciri-ciri teknikal dari sesebuah produk (Karlsson, 1997).
2.1.1 Masa Proses
Perubahan teknologi yang cepat sering memimpin untuk pertumbuhan produk yang cepat. Suatu produk dapat ditemukan dengan dengan hasil yang lebih ekonomis apabila diproduksi dengan cepat (Maidique & Zirger,1984). Oleh itu beberapa penyelidik telah berusaha menemukan model proses PPB dan penggunaan teknologi yang baik, agar dapat menghasilkan proses PPB yang efisien dan efektif serta waktu yang singkat dengan cara memadatkan aktivitas untuk mengurangkan waktu pembangunan. Singkatnya waktu pembangunan produk menjadikan industri penghasil pertama dalam memenuhi produk yang diinginkan oleh pengguna. Pentingnya masa proses yang singkat bertujuan agar(Rosenau, 2000):
i. Rekabentuk produk baru dapat didasari pada penyelidikan pasaran terbaru, karena jarak waktu antara penyelidikan pasaran dan proses rekabentuk menjadi singkat.
ii. Produk baru dapat lebih disukai mulai dari saat produk dilancarkan ke pasaran, karena produk tersebut merupakan produk unggulan yang dapat mengalahkan produk pesaing.
iii.Biaya pembangunan dan investasi lebih rendah, karena dengan masa proses yang singkat biaya tenaga kerja dan biaya operasional yang lain dapat dikurangkan.
iv.Lebih dapat bersaing di pasaran, karena produk merupakan produk yang pertama yang dapat memenuhi keperluan pengguna.
2.1.2 Model Proses PPB
Seperti penyelidikan yang telah dilaksanakan oleh Ibrahim (2001) ia mendapati bahwa salah satu factor yang menyebabkan kegagalan dalam proses PPB yang dilaksanakan di Malaysia ialah karena tidak melaksanakan model proses PPB. Maka pemilihan model proses PPB merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam keberhasilan PPB.
2.2 Managemen
PPB ialah suatu proses kompleks yang melibatkan banyak fungsi dalam suatu organisasi. Oleh itu perlu diwujudkan suatu suasana managemen yang sesuai. Untuk mencapai strategi produk baru yang dihubungkan dengan objektif dan strategi industri, dukungan dari pimpinan dan struktur organisasi yang sesuai adalah merupakan faktor dalam keberhasilan PPB (Dwyer, 1990). Seperti hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh Ibrahim (2001) mendapati bahwa penyebab PPB kurang berhasil di Malaysia adalah disebabkan oleh pimpinan memegang kekuasaan sepenuhnya dalam projek PPB, keputusan yang diambil didominasi oleh pimpinan tersebut dan bukan atas kesepakatan seluruh anggota projek. Pimpinan dalam PPB lebih sesuai bila dipimpian oleh seorang staff senior yang lebih memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang PPB.Ini menunjukkan bahwa system managemen dapat mempengaruhi dalam keberhasilan PPB.
2.2.1 Aspek-aspek teknikal
Sebelum mengambil keputusan untuk membangun produk baru beberapa pertanyaan penting yang harus dipertanyakan adalah mengenai kemampuan menghasilkan produk tersebut dan berfungsi seperti yang dikehendaki pengguna dari segi teknikal, seperti:
(a) bolehkah ia di bangun? (b) berapakah biayanya? (c) berapa lama waktu yang di perlukan? dan (d) masalah jenis apa yang akan dihadapi.
Fokus PPB tidak hanya pada produk, tetapi juga pada pertumbuhan pasaran dan perubahan kehendak pengguna. Kemahiran teknikal merupakan dua sumbangan penting (Souder, 1987). Pertama: kemahiran teknikal dalam membuat rekabentuk yang lebih baik untuk keperluan pasaran. Kedua: tingginya kemahiran teknikal dalam hubungan antara bahagian penyelidikan & pembangunan dan bahagian pemasaran.
2.2.2 Komunikasi
Komunikasi sangat penting untuk keberhasilan kelompok projek dalam menggunakan waktu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan tugas yang dibebankan dengan mengabaikan masalah pribadi masing-masing (Craig & Hart, 1992). Komunikasi antara perorangan dan antara kelompok juga sangat digalakkan untuk keberhasilan produk. Komunikasi antara bahagian pemasaran dan bahagian penyelidikan & pembangunan dalam PPB merupakan faktor yang paling penting dalam PPB (Gima & Evangelista, 2000).
Bahagian penyelidikan & pembangunan memerlukan informasi tentang keperluan pengguna dan pesaing yang dapat diperoleh dari bahagian pemasaran, karena strategi produk yang paling efektif adalah membuat produk baru yang dapat memenuhi kehendak pengguna.
2.3 Informasi
Informasi merupakan salah satu faktor dalam menjayakan PPB, karena informasi diperlukan dalam seluruh aktivitas proses PPB. Dan informasi dari segala aspek sangat diperlukan untuk memajukan produk baru yang dihasilkan. Maka perlu dibina komunikasi antara bahagian di dalam industri, antara industri dan juga dengan segala pihak di luar industri yang dapat menyokong keberhasilan PPB.
Pada dewasa ini kemajuan teknologi informasi sangat dirasakan oleh semua pihak. Untuk memperoleh informasi-informasi yang diperlukan penggunaan teknologi informasi seperti internet sangat membantu untuk mempercepat dan memudahkan perolehan informasi. Beberapa informasi yang diperlukan dalam PPB antara
lain yaitu:
2.3.1 Pemasaran
Dalam membuat suatu keputusan adalah merupakan hal penting memadukan antara keperluan pengguna dan teknikal untuk memastikan keputusan yang diambil menjadi lebih mudah dan lebih cepat (Karlsson, 1997).
Untuk mengetahui hal-hal yang di inginkan pengguna terhadap suatu produk adalah dengan cara mengadakan penyelidikan di pasaran. Unsur-unsur yang penting untuk mengetahui citarasa pengguna dalam membangun suatu produk baru merupakan dasar pemahaman tentang keperluan pengguna dan persaingan di pasaran adalah (Wilson et. al, 1996): suatu penyelidikan tentang produk pada lingkungan pengguna dan penyelidikan mengenai suatu produk yang berdasarkan pada informasi yang diperoleh, mendefinisikan qualiti produk yang diinginkan pengguna, analisa tentang persaingan di pasaran, pengikut sertaan pengalaman masa lalu dan rekabentuk kreatif dari insinyur dalam penyelidikan analisa pasar. Dalam menggambarkan konsep pembangunan suatu produk baru diperlukan informasi tentang pengguna seperti (Wilson et. al, 1996): kepada siapa produk akan dipersembahkan? siapa yang akan menggunakannya? Siapa yang akan membelinya? Bagaimana sifat pengguna tersebut? bagaimana reaksi mereka terhadap perubahan? dan bagaimana daya beli mereka?
2.3.2 Persaingan
Masukan untuk ide produk baru dapat datang dari persaingan dalam dua cara yang berbeda. Yang pertama dengan analisa persaingan dapat menghasilkan ide yang baik untuk rekabentuk produk baru. Kedua, persaingan membuat inovasi yang penting dalam rekabentuk produk baru (Gotzshc, 1999). Informasi tentang saingan di pasaran merupakan hal yang sangat penting diperhatikan seperti (Wilson et.al., 1996): mengenal industri yang menjadi saingan, mengenal produk-produk yang bersaing, menganalisa produk saingan, menganalisa pasaran saingan, menganalisa perniagaan dan proses produksi saingan.
2.3.3 Perkembangan Teknologi
Informasi tentang perkembangan teknologi sangat diperlukan dalam PPB. Karena penggunaan teknologi yang baik dan sesuai menjadikan produk yang dihasilkan dapat menjadi produk yang dapat bersaing di pasaran. Produk baru yang disokong oleh teknologi produk yang baik dapat menghasilkan produk baru dengan quality yang baik, biaya yang lebih rendah dan waktu produksi yang lebih singkat. Informasi ini merupakan suatu informasi yang perlu diikuti perkembangannya dari masa ke masa untuk dapat mengetahui teknologi yang sesuai dengan produk baru yang akan dibangun. Ini karena teknologi yang sesuai dapat menyelesaikan masalah yang timbul dalam usaha menghasilkan produk baru dengan biaya yang efektif (Rosenau, 1999). Perkembangan teknologi yang pesat dewasa ini dapat membantu dalam mencetus ide produk baru. Ini karena teknologi baru dapat bertindak sebagai salah satu sumber ide dalam pencetusan ide.
2.4 Ciri-ciri Industri
Ciri-ciri Industri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam PPB. Ciri-ciri tersebut meliputi:
2.4.1 Teknologi Industri
PPB yang berhasil dengan efektif diperolehi bila dibangun oleh industri yang memiliki teknologi yang tinggi (Maidique & Zirger, 1984). Maka untuk berhasil menghasilkan produk baru yang dapat memenangi persaingan di pasaran industri akan berusaha untuk memperbaiki teknologi yang sedia ada atau membeli teknologi baru. Dengan membangun teknologi kecepatan proses pembangunan produk dapat ditingkatkan (Gotszh,1999) dan dapat merubah ciri-ciri produk (Karlsson, 1997).
Suatu teknologi yang dipilih antara teknologi yang dapat bersaing dan teknologi produk memiliki pengaruh yang besar dalam pemasaran, hasilnya dapat menjadikan industri memiliki keuangan yang kuat. Industri yang didukung dengan teknologi-teknologi baru jelas memberikan suatu galakan dalam mempengaruhi pemilihan teknologi proses dan teknologi produk tersebut (Das & Ven, 2000).
2.4.2 Kepercayaan yang terwujud
Seluruh staff yang terlibat dalam projek PPB harus mempunyai keyakinan bahwa mereka mampu untuk melaksanakan PPB yang berhasil dalam memproduksi produk yang inginkan oleh pengguna. Orientasi managemen yang dipadukan dengan keyakinan dari bagian teknikal dan pemasaran merupakan faktor yang paling mendukung kemampuan untuk bersaing (Craig & Hart, 1992). Untuk menjamin keberhasilan PPB pemimpin yang kuat dan sokongan pimpinan merupakan hal yang penting dalam proses PPB (Wind & Mahajan, 1988).
Kepercayaan pimpinan terhadap kelompok projek dalam menghasilkan produk baru yang berhasil di pasaran dapat ditunjukkan dengan besarnya peruntukan dana yang diberikan untuk melaksanakan proses PPB. Selain itu galakan dan memberikan motivasi kepada pekerja merupakan tanggung jawab bagi pimpinan.
3. KaedahPenyelidikan
Kaedah yang digunakan dalam memperoleh data dalam kajian ini adalah dengan mengirim borang soal selidik kepada 400 industri plastik dan telekomunikasi yang terdapat di Malaysia yang telah dipilih secara acak yaitu 200 industri telekomunikasi dan 200 industri plastik. Hanya 14% atau 56 industri yang memberikan maklum balas terhadap kajian ini. Ini disebabkan kerana banyaknya industri yang tidak menjalankan aktivitas PPB sehingga mereka tidak berminat untuk memberikan balasan. Hal ini diketahui dari balasan yang diterima melalui e-mail dan wawancara melalui telefon kepada industri tersebut. Data yang telah diperoleh dari balasan tiga belas responden yang tidak terlibat dalam PPB tidak digunakan dalam kajian ini sedangkan data yang diperoleh dari empat puluh tiga responden yang terlibat dalam PPB digunakan sebagaidata dalam penyelidikan ini. Data yang diperoleh merupakan data yang berqualiti dan dapat dipercayai kerana maklum balas yang diberikan bersumber dari pimpinan, kepala bahagian pembangunan produk dan kepala bahagian penyelidikan dan pembangunan. Analisa dilakukan dengan menggunakan kaedah analisa statistik yang terdiri dari deskriptif dan korelasi linear. Kaedah deskriptif dilakukan untuk menghitung frekuensi dari faktor-faktor PPB. Sedangkan korelasi linear berfungsi untuk melihat hubungan antara faktor-faktor PPB dengan produk baru yang berjaya di pasaran. Korelasi Pearson digunakan dalam analisa kajian ini. Kerana hubungan korelasi yang ingin dilihat adalah hubungan antara pasangan variable independent (X) dan variabel dependent (Y) (Nazir, 1983). Pada analisa ini yang menjadi variable independent ialah faktor-faktor PPB. Sementara variabel dependent yaitu produk baru yang telah dibangun oleh responden yang telah berhasil di pasaran.
4. Hasil dan Pembahasan
Dari hasil analisa data yang telah dilakukan terhadap 43 responden di dapati bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi dalam PPB pada industri-industri di Malaysia, khususnya industri plastik dan telekomunikasi adalah seperti yang ditunjukkan pada tabel-tabel dibawah ini.
Faktor- faktor proses PPB
|
Correlation
|
Significant
|
Penyaringan Ide
|
.048
|
.776
|
Penaksiran Awal Pasaran
|
-.138
|
.654
|
Penaksiran Awal Teknikal
|
508
|
.076
|
Penyelidikan Pasaran
|
.451
|
.122
|
Analisa Perdagangan/Keuangan
|
033
|
.846
|
Rekabentuk dan Pembangunan
|
.206
|
.222
|
|
Pengujian didalam Industri
|
.482
|
.095
|
Pengujian oleh Pengguna
|
.094
|
.759
|
Percubaan Pemasaran
|
.183
|
.550
|
Percubaan Produksi
|
.017
|
.955
|
Analisa Perdagangan Sebelum di pasarkan
|
.526
|
.065
|
Produksi dimulai
|
.045
|
.790
|
Pelancaran Produk kepasaran pasaran
|
.037
|
.829
|
Tabel 1. Faktor-faktor proses PPB yang mempengaruhi keberhasilan produk.
Dari tabel 1 dapat dilihat nilai korelasi positif tersebut bermakna semakin tinggi tingkat penggunaan aktivitas-aktivitas yang tersebut di atas di ikuti dengan besarnya jumlah produk baru yang berjaya di pasaran. Maka aktivitas-aktivitas yang memiliki nilai korelasi positif seperti tersebut di atas merupakan aktivitas yang sesuai untuk dilaksanakan dalam proses PPB pada syarikat-syarikat tempatan terutama syarikat plastik dan telekomunikasi. Ada aktivitas-aktivitas yang memiliki nilai korelasi negatif seperti yang ditunjukkan pada tabel 1, dimana tingkat penggunaannya diikuti dengan penurunan jumlah produk yang berjaya di pasaran dan tidak sesuai untuk digunakan pada proses PPB pada industri-industri di Malaysia.
Tabel 2 menunjuk bahwa kemampuan teknikal pekerja, dukungan pimpinan dan system pembahagian tugas yang jelas merupakan faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses PPB pada industri-industri di Malaysia. Dengan kemahiran pekerja yang baik dapat lebih menjamin dalam menghasilkan produk baru yang dapat bersaing di pasaran dan dapat memenuhi ciri-ciri produk yang menjadi kehendak pengguna. Selain itu dukungan dari pimpinan dapat memberikan motivasi kepada pekerja untuk lebih menghasilkan produk baru yang dapat menjadi produk unggulan. Pembagian tugas yang jelas dalam PPB dapat membantu dalam mempercepat proses PPB karena diatur secara sistematik.
Faktor-faktor managemen
|
Correlation
|
Significant
|
Kemampuan Teknikal pekerja
|
.302
|
.069
|
Strategi Produk Yang Jelas
|
.187
|
.267
|
Kerjasama Antara bahagian
|
-.094
|
579
|
Dukungan Dari pimpinan
|
360
|
029
|
Gaya Kepemimpinan Yang baik
|
-.354
|
.031
|
Sistem pembagian tugas
|
.069
|
.689
|
Tabel 2. Faktor-faktor managemen yang mempengaruhi dalam keberhasilan
produk baru dipasaran
Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa latihan yang diberikan kepada pekerja untuk dapat memproduksi produk baru dengan qualiti yang baik dan dapat memenangkan persaingan dipasaran yang memiliki korelasi yang baik terhadap keberhasilan produk dipasaran adalah latihan yang diadakan didalam industri bersangkutan dan latihan yang diadakan oleh pembekal peralatan.
Kaedah latihan pekerja
|
Correlation
|
Significant
|
Melaksanakan latihan didalam Industri
|
.173
|
.306
|
Mengambil pekerja yang berkeupayaan dari Industri lain
|
-.115
|
.498
|
Mengikuti latihan diluar Industri
|
.011
|
948
|
Latihan yang diadakan oleh pembekal peralatan
|
.159
|
.348
|
Tabel 3. Kaedah latihan pekerja yang merupakan factor keberhasilan dalam PPB
Dalam peringkat pencetusan ide produk baru, ide dapat datang dari segala pihak baik dari dalam maupun luar industri seperti yang ditunjukkan pada tabel 4. Tabel 4 menunjukkan bahawa rujukan akademik, publikasi perdagangan, pendapat pengguna, informasi dari dalam industri, dan staff penjualan dan teknikal yang memiliki korelasi positif terhadap kejayaan produk baru di pasaran. Sedangkan informasi yang diperoleh dari pengguna potensial memiliki nilai korelasi negatif. Ini berarti bahwa informasi yang digunakan dari pengguna potensial kurang digunakan dalam projek PPB yang berhasil di pasaran. Informasi yang berasal dari pengguna potensial lebih diperhatikan karena maklumat dari pengguna potensial merupakan maklumat yang diperlukan untuk dapat memenuhi keinginan dan keperluan pengguna untuk dapat memenangkan persaingan di pasaran.
Sumber maklumat
|
Correlation
|
Significant
|
Rujukan Akademik
|
271
|
105
|
Publikasi Perdagangan
|
083
|
.626
|
Internet
|
-.007
|
.968
|
Agen-agen Kerajaan
|
-.164
|
332
|
Pengguna Potensial
|
-.352
|
.033
|
Pendapat Pengguna
|
096
|
.570
|
Dalam Industri
|
.420
|
010
|
Produk Pesaing
|
-.246
|
.143
|
Staff Penjualan dan Teknikal
|
.084
|
622
|
Universiti/Polyteknik
|
-.278
|
096
|
.
Tabel 4. Faktor informasi yang mempengaruhi dalam Keberhasilan produk baru
dipasaran
Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa semakin tinggi teknologi yang dimiliki industri di ikuti dengan tingginya keberhasilan produk baru dipasaran. Ini menunjukkan bahwa industri-industri yang memiliki teknologi yang baik yang terdapat di Malaysia lebih berhasil dalam PPB. Dan penggunaan teknologi seperti CAD merupakan teknologi yang dapat membantu dalam menghasilkan produk baru yang dapat memenangkan persaingan di pasaran.
Dari hasil penelitian ini didapati bahwa peruntukan dana yang diberikan memiliki nilai korelasi 0.071 (Sig 0.077) ini menunjukkan bahwa semakin besar dana yang diberikan dalam proses PPB dapat mendukung keberhasilan produk. Karena dengan dana yang mencukupi bahan-bahan dan aktivitas-aktivitas yang diperlukan dapat dalam PPB dapat lebih dilaksanakan dengan baik.
Faktor teknologi
|
Correlation
|
Significant
|
Teknologi Industri
|
.042
|
804
|
Penggunaan teknologi CAD
|
478
|
.099
|
Penggunaan teknik DFMA
|
-.438
|
134
|
Penggunaan teknikQFD
|
-.444
|
128
|
Penggunaan teknik Reverse Engineering
|
-.160
|
.602
|
Tabel 5. Faktor teknologi yang mempengaruhi dalam keberhasilan produk baru
dipasaran
Dan daripada tabel 5 dapat dilihat hubungan korelasi antara teknologi yang dimiliki syarikat memiliki hubungan korelasi positif. Karena sesebuah produk baru akan menjadi produk unggulan dan dapat memenangkan persaingan di pasaran apabila direka dan dibuat dengan teknologi yang lebih baik dari teknologi pesaing. Pada masa sekarang banyak teknik yang dapat membantu dalam membuat rekabentuk. Teknologi terbaik adalah teknologi dengan sistem komputer seperti CAD, DFMA, QFD dan Reverse Engineering. Dengan menggunakan teknik-teknik ini proses rekabentuk dapat dilaksanakan dengan lebih mudah dan cepat. Keputusan analisa menunjukkan dalam rekabentuk dan pembangunan produk baru hanya CAD yang memiliki korelasi positif. Sedangkan penggunaan kaedah DFMA, QFD dan Reverse Engineering dalam PPB yang dilakukan oleh responden memiliki nilai korelasi negatif seperti yang ditunjukkan pada tabel 5. Ini bermakna kurangnya pemahaman dan penggunaan komputer dalam proses rekabentuk dan pembangunan dalam proses PPB yang dilaksanakan oleh responden.
5.Kesimpulan
Dari hasil penyelidikan ini dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor seperti aktivitas-aktivas yang diperlukan dalam PPB merupakan salah satu factor penentu dalam keberhasilan produk baru di pasaran. Dan juga faktor-faktor seperti managemen, informasi, teknologi dan keuangan merupakan faktor yang menentukan dalam keberhasilan produk baru untuk dapat memenuhi kehendak pengguna dan persaingan dipasaran. Dari faktor managemen dapat dilihat bahwa kemampuan teknikal dan sistem pembahagian tugas yang jelas merupakan faktor penting dalam keberhasilan PPB.
Sistem latihan pekerja yang diadakan oleh pembekal peralatan merupakan sistem latihan yang paling mempengaruhi dalam PPB. Informasi yang bersumber dari rujukan akademik dan informasi dari dalam industri merupakan informasi yang banyak membantu dalam keberhasilan PPB. Selain itu Teknologi yang baik dan sesuai merupakan faktor penentu dalam memenangkan persaingan di pasaran karena dapat mengalahkan produk pesaing.
RUJUKAN
Cooper, R. G. (1983). A Process Model for Industrial New Product Development. IEEE Transaction on Engineering Management. EM-30; 1.
Craig, A & Hart, S. (1992). Where to Now in New Product Development Research? European Journal of Marketing. 26; 11.
Das, S. S. & Ven, A. H. V. D. (2000). Competing New Product Technologies: A Process Model Strategy. Management Science. 46; 10.
Dwyer, L. M. (1990). Factor Affecting the Proficient Management of Product Innovation. International Journal of Technology Management. Vol. 5, No. 6, pp 721-730.
Gima, K. A. & Evangelista, F. (2000). Cross Functional Influence in New Product Development: An Exploratory Study of Marketing and R&D Perspective. Management Science. Vol. 46; No. 10; pp 1269-1284.
Gotszh, J. (1998). Design Orientation in New product Development. Proceeding of the Conference of the Design Research Society. Quantum Leap: Managing New Product Innovation.
Ibrahim, M. (2001). Improving the Process of New Product Development in Malaysia Small and Medium Sized Industries. National Conference on Management
Science/Operation Research.
Karlsson, C. (1997). Product Development, Innovation Networks, Infrastructure and Agglomeration Economies. The Annals of Regional Science. 31; pp 235-358.
Lee, M. W., Yun, M. H. & Han, S. (2001). High Touch-An Innovation Scheme for New Product Development: Case Studies 1994-1998. International Journal of Industrial
Ergonomics. 27; pp 271-283.
Maidique, A. M. & Zirger, B. J. (1984). A Study of Success and Failure in Product Innovation: the Case of U.S. Electronics Industry. IEEE Transaction on Engineering Management. Vol. EM-31; No. 4.
Rosenau, D. M. J. (1999). Successful Product Development: Speeding from Opportunity to Profit. John Wiley & Sons, Inc.
Souder, W. E. (1987). Managing New Product Innovations. Lexington Books
Urban, G. L. & Hauser, J. R. (1993). Design and Marketing of New Products. Second Edition. Prentice-Hall International Inc.
Wilson, C. C., Kennedy, E. K. & Trammell, C. J. (1996). Superior Product Development: Managing the Process Innovation Products. Blackwell Business.
Wind, Y. & Mahajan, V. (1988). Perspective New Product Development Process: A Perspective for Reexamination. Journal Product Innovation Management. 5; PP 304-330.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar