PROFIL
DOSEN DALAM KBM DI FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
Silvi Ariyanti
Jurusan Teknik Industri, Fakultas
Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara,
Jl. SisingaManagaraja, Teladan,
Medan, Indonesia
Abstrak
Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) merupakan
salah satu Universitas besar yang terdapat di Sumatera Utara yang diharapkan
dapat berdiri tegak sejajar dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Upaya kearah itu telah
dirintis dan telah dilakukan perbaikan disana sini, terutama infrastruktur
pendukungnya. Salah satu yang tak kalah pentingnya dan bahkan penentu adalah
keberadaan dosen dengan seperangkat kriteria dan kredibel yang dimilikinya.
Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimana kemampuan
dosen dalam dalam mengajar mata kuliah dalam upaya memberhasilkan KBM di
Fakultas Teknik (FT) UISU? Bagaimana prilaku mendidik dan mengajar dosen dalam
memberhasilkan KBM mata kuliah di FT. UISU? Bagaimana penyelenggaraan kuliah
yang dijalankan oleh dosen dalam upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU? Dan
Bagaimana tingkat keberhasilan dosen dalam mengajarkan mata kuliah yang diasuh
di FT. UISU?. Setelah dilakukan analisa terhadap data yang telah dikumpulkan
diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Penguasaan materi kuliah, penyampaian
kuliah, persiapan dalam penyelenggaraan perkuliahan, kehadiran dosen pada waktu
yang direncanakan, ketepatan dalam memulai dan mengakhiri kuliah, memberikan
kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan, menjelaskan diawal perkuliahan
tentang tujuan perkulianan, silabus referensi dan system penilaian, kesesuaian
kuliah dengan silabus serta memberikan tugas yang bermanfaat terhadap
dosen-dosen di FT. UISU menunjukkan nilai -nilai yang baik. Sedangkan penilaian
mahasiswa terhadap memberikan umpan balik mengenai tugas/quiz/ujian, penguasaan
mahasiswa terhadap materi-materi kuliah dan Pengetahuan mahasiswa terhadap
manfaat mata kuliah yang disampaikan untuk kuliah-kuliah berikutnya serta
manfaat mata kuliah untuk digunakan dalam dunia kerja menunjukkan nilai yang
hampir baik dan penilaian untuk penggunaan alat bantu mengajar seperti OHP dan
Infocus memiliki nilai yang kurang.
Kata kata kunci:
Profil dosen, KBM
1. Pendahuluan
Keberadaan dosen dalam berbagai format perguruan
merupakan sesuatu yang tidak dapat disangkal ataupun diganti. Dalam bentuk yang
tradisional suatu perguruan tinggi harus memiliki unsur – unsur dosen,
mahasiswa dan tenaga pengelola. Dengan kata lain, kehadiran dosen secara fisik
merupakan suatu gejala fenomena dimana tidak akan ada kegiatan akademik tanpa
kehadiran dosen dalam arti yang sesungguhnya.
Permasalahan Fakultas Teknik (FT) UISU apabila
dicermati secara menyeluruh dan tuntas, harus memperhatikan masalah berikut:
filsafat pendidikan/aliran pemikiran, profil kompetensi lulusan yang
dikehendaki, masukan (input), program keilmuan, kurikulum, proses/kegiatan
belajar mengajar, sarana dan prasarana dan tenaga dosen serta tenaga
kependidikan yang menjalankan program. Semua masalah tersebut tidak mungkin
dapat diatasi secara menyeluruh dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu
upaya perbaikan tersebut dilakukan secara bertahap dan berkesenambungan
(sustainable strategy).
Diduga, pada mata kuliah tertentu melalui
interaksi dengan dosen telah diterapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang
baik dan benar. Akan tetapi pada mata kuliah tertentu lainnya, penerapan KBM
ini masih diragukan keberadaannya. Oleh karena itu sebelum melakukan berbagai
aksi perbaikan KBM mata kuliah, maka terlebih dahulu melalui penelitian ini
ingin dipelajari efektifitas KBM mata kuliah yang diasuh dosen di FT. UISU
secara keseluruhan.
Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan
penelitian ini dibatasi dan difokuskan pada ”Profil dosen dan upaya-upaya yang
dilakukannya dalam memberhasilkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di FT. UISU
Medan.
Secara operasional, permasalahan penelitian ini
dapat dijabarkan sebagai berikut
1. Bagaimana kemampuan dosen
dalam dalam mengajar mata kuliah dalam upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU?
2. Bagaimana prilaku
mendidik dan mengajar dosen dalam memberhasilkan KBM mata kuliah di FT. UISU ?
3. Bagaimana penyelenggaraan
kuliah yang dijalankan oleh dosen dalam upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU?
4. Bagaimana tingkat
keberhasilan dosen dalam mengajarkan mata kuliah yang diasuh di FT. UISU ?
2. Landasan Teori
Belajar mengajar adalah
suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang
terjadi antara dosen dan mahasiswa. Interaksi yang bernilai edukatif
dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai
tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Dosen dan
guru sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematik dengan
memanfaatkan sesuatunya guna kepentingan pengajaran (Syaiful et.al, 2002).
Kegiatan belajar
mengajar (KBM) adalah suatu interaksi yang terjadi diantara pihak-pihak yang
berkepentingan yaitu: (Ahmad et, all, 1995)
1. Mahasiswa
2. Dosen
3. Orang
tua
4. Masyarakat
5. Bangsa
dan negara (Nasional/Internasional)
Kegiatan belajar
mengajar membutuhkan yaitu:
1. Tenaga
pengajar (Dosen)
2. Peserta
didik (Mahasiswa)
3. Fasilitas
(Ruang relajar/Labor/Kantor)
4. Kurikulum
yang terarah/relevan/kompetensi
5. Buku-buku
yang dapat digunakan
6. Media
bantu pembelajaran.
Untuk
dapat memenuhi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan diperlukan:
1. Tenaga pengajar yang
memenuhi syarat
Kualifikasi dosen (lulusan S1, S2, S3)
Relevansi bidang studi yang
bersangkutan
Motivasi yang dimiliki oleh
dosen yang mengajar
2. Perserta didik yang
memenuhi persyaratan
Mengikuti seleksi/rangking
Nilai tes rasional
Motivasi yang dimiliki/bisa ditumbuhkan
3. Fasilitas belajar yang memenuhi standart mutu
Ruang belajar yang memenuhi syarat
Meja/Kursi
Papan tulis/Kapur/Spidol/Penghapus
OHP/Slide dll
Penerangan/Cahaya sirkulasi udara
Kebersihan ruangan.
Dengan melihat indikator keberhasilan yang suatu
kegiatan belajar mengajar diatas seorang dosen dinyatakan berhasil dalam
mengajar apabila:
1. Dosen mampu
mengubah/meningkatkan ilmu pengetahuan peserta didik
2. Dosen mampu memperbaiki
prilaku peserta didik
3. Komunikasi lancar dan
suasana yang hidup
4. Peserta didik aktif
belajar dan kreatif
5. Kelas harmonis saling
ceria/bahagia
6. Prestasi cenderung
meningkat dan naik
Dengan melihat indikator keberhasilan kegiatan
belajar mengajar yang menjadi masalah dari suatu kegiatan belajar mengajar yang
terdapat diperguruan tinggi adalah:
1. Sebagian dosen kurang
mampu menguasai kelas
2. Materi yang dikuasai
dosen minim (belum standart)
3. Semangat mengajar
cenderung rendah/turun
4. Kurang terjadi interaksi
KBM (mahasiswa-dosen)
5. Prestasi belajar
(IP) secara umum belum baik
6. Peserta didik cenderung
malas dan pindah/putus kuliah.
2.1. PROFIL
DOSEN DALAM KAITANNYA DENGAN KBM
Untuk merumuskan profil guru atau dosen, dibawah
ini dikemukakan beberapa rumusan mengenai kemampuan guru atau dosen. Menurut
Amidjaja (1980), ada 3 aspek kemampuan guru yakni:
1. Kemampuan pribadi,
2. Kemampuan profesional dan
3. Kemampuan kemasyarakatan.
Berdasarkan
penelitian Barak Rosenshine dan Robert Stevens (Houston at al., 1998), bahwa
prilaku mengajar dosen efektif dapat diungkap melalui :
1. Memulai pekerjaan dengan
kaji ulang melalui pelajaran yang lalu
2. Menjelaskan tujuan
pelajaran secara singkat
3. Menyajikan pelajaran
langkah demi langkah, dan memberikan latihan praktis setelah setiap langkah
4. Memberikan instruksi dan
rincian tugas yang jelas
5. Memberikan praktek yang
banyak
6. Memberikan berbagai
pertanyaan dan kesempatan kepada semua siswa untuk mendemonstrasikan
pemahamannya
7. Membimbing praktek mahasiswa
dengan keterampilan dan prosedur yang baru
8. Memberikan umpan balik dan
perbaikan secara sistematik
9. Memberikan instruksi yang
eksplisit untuk pekerjaan siswa atau memantau kemajuannya
Selain itu, Natawidjaja (1992) mengatakan bahwa
kemampuan guru itu bertitik tolak dari empat pertanyaan mendasar, yaitu :
1. Kemampuan dasar apakah
yang menjadi rujukan pengembangan pendidikan guru itu?
2. Sampai dimana program
yang dirancang itu dapat mengembangkan kemampuan–kemampuan itu dapat
diobservasi/diukur?
3. Bagaimana
kemampuan–kemampuan itu didemonstrasikan oleh calon guru hasil didikan melalui
program itu?
4. Apakah
kemampuan–kemampuan yang didemonstrasikan oleh calon guru hasil didikan melalui
program itu, dan apakah program yang didemonstrasikan itu menunjang
keberhasilan siswa yang didiknya?
Selanjutnya pertanyaan–pertanyaan tersebut diatas
mengarah pada indentifikasi kemampuan guru menjadi lima kelompok dasar, yaitu :
1. Perencanaan, penguasaan
materi dan alat pelajaran, serta penilaian keberhasilan siswa.
2. Strategi, teknik dan
metode pengajaran.
3. komunikasi dengan siswa
dan penggunaan bahasa.
4. Penanaman disiplin dan
motivasi keterlibatan siswa dalam belajar.
5. Pengembangan profesional.
2.2. UPAYA
DOSEN DALAM MEMBERHASILKAN KBM
Proses belajar mengajar merupakan perpaduan dua
kegiatan, yaitu mengajar dan belajar, keduanya tidak dapat dipisahkan dan akan
membentuk suatu interaksi. Sudjana (1989) menyatakan bahwa : belajar dan
mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Proses
belajar mengajar tidak akan berhasil apabila kedua kegiatan tersebut tidak
mendukung.
Proses belajar mengajar memiliki komponen–komponen
sebagaimana yang ada dikurikulum. Komponen yang dimaksud itu meliputi tujuan, bahan
pelajaran, metode dan alat, dan penilaian (evaluasi). Keempat komponen tersebut saling
terkait dan saling pengaruh mempengaruhi (Sudjana, 1989). Oleh karena itu, guru
sebagai motor pelaksana proses belajar mengajar diharapkan mampu membuat
persiapan belajar mengajar, melaksanakan dan mengevaluasi hasil belajar.
1.
Persiapan mengajar
Dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar
yang baik dan benar, dibutuhkan adanya suatu persiapan mengajar yang sistematis
dan memadai. Ada beberapa komponen yang perlu dipersiapkan, yaitu (Sudjana,
1989):
a. Menentukan tujuan
pengajaran,
b. Menentukan bahan (materi)
pelajaran,
c. Menentukan kegiatan
belajar mengajar (metode dan strategi),
d. Menentukan penilaian
hasil belajar.
2.
Melaksanakan Pengajaran
Setelah membuat persiapan mengajar, kegiatan dosen
selanjutnya adalah mewujudkan apa – apa yang telah ditentukan sebelumnya dalam
bentuk kegiatan nyata sewaktu proses belajar mengajar berlangsung. Perbuatan
guru dalam mengajar ini tentu saja akan mewarnai setiap langkah yang membentuk
proses belajar mengajar.
Ada beberapa langkah yang harus ditempuh
guru/dosen dalam melaksanakan pengajaran yaitu (Sudjana, 1989):
Tahap pemulaan,
Tahap pengajaran, dan
Tahap penilaian serta
tindak lanjut.
Tahap permulaan adalah tahap bertujuan menyiapkan
kondisi belajar yang dapat memudahkan menerima pelajaran.
Tahap pengajaran merupakan tahap inti, yaitu : tahapan
menambah materi yang telah disiapkan sebelumnya. Pada tahap ini harus selalu
berpegang pada persiapan mengajar yang telah disiapkan. Kegiatan – kegiatan
pada tahap ini akan dipengaruhi oleh jenis pendekatan pengajaran yang digunakan
oleh guru/dosen. Oleh karena itu perlu adanya ketrampilan meramu segala bentuk
unsur penunjang untuk keberhasilan pelaksanaan pengajaran.
Tahap penilaian serta tindak lanjut yaitu: tahapan
penilaian terhadap hasil dari pembelajaran yang telah dijalankan.
3. Evaluasi
Hasil Belajar
Aspek terpenting dalam setiap kegiatan adalah
penilaian atau evaluasi (evaluation). Oleh sebab itu dalam pembelajaran mutlak
dilakukan evaluasi, karena juga berfungsi sebagai umpan balik. Evaluasi berasal
dari bahasa Inggris Evaluation dalam
bahasa Arab Al-Taqdir dan dalam
bahasa Indonesia adalah penilaian. Dan akar kata dari Bahasa Inggris adalah Value dan dalam bahasa Arab Al-Qimah dalam bahasa Indonesia nilai.
Jadi penilaian adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai
dari sesuatu.
2.3. FAKTOR PENGUASAAN BIDANG STUDI DOSEN
Dosen merupakan faktor dalam kegiatan pengajaran,
maka perannya dominan dalam memberhasilkan kegiatan belajar mengajar. Dari
dosen itu sendiripun banyak variabel yang penting diperhatikan. Variabel tersebut
adalah : sikap, kepribadian, dan kemampuan serta ketrampilan guru dalam
mengajar. Akan tetapi dengan tidak bermaksud mengabaikan berbagai faktor dan
variabel–variabel diatas, faktor penguasan bidang studi oleh dosen berpengaruh
besar dalam pelaksanaan proses belajar mangajar.
Klausmeir dalam Pasandaraan (1987) mengemukakan
berapa ciri yang dimiliki guru yang menguasai bidang studi, jika ia
berinteraksi dengan siswanya. Ciri – ciri yang dimaksud adalah :
1. Tidak pernah bingung
terhadap pertanyaan – pertanyaan mendadak yang diajukan siswa.
2. Tidak pernah
membungkamkan pertanyaan siswa.
3. Menguasai materi
pelajaran lebih dari apa yang terdapat didalam buku teks.
4. Selalu kelihatan percaya
diri bila berdiri di depan kelas.
5. Selalu kelihatan tahu apa
yang harus diperbuat berikutnya.
6. Tidak kelihatan takut
bila melakukan kesalahan.
3. Metode Penelitian
Studi tentang profil dosen dan upaya
memberhasilkan KBM di FT. UISU ini, dilakukan dengan menggunakan dengan metode
analisis deskriptif. Metode pengambilan data dengan menggunakan quisioner.
Adapun pertanya-pertanyaan yang diajukan dalam
quisoner yang telah dibuat bertujuan untuk menggambarkan situasi – situasi
sehubungan dengan :
1. Penguasaan materi mata
kuliah dosen di FT. UISU
2. Gaya penyampaian bahan
kuliah oleh dosen FT. UISU
3. Persiapan kuliah oleh
dosen FT. UISU.
4. Tingkat disiplin dosen
dalam kehadiran pada waktu kuliah yang direncanakan oleh dosen FT. UISU
5. Tingkat disiplin dosen
dalam memulai dan mengakhiri kuliah mata kuliah oleh dosen di UISU.
6. Sikap dosen dalam memberikan
kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa dalam perkuliahan dosen di FT. UISU.
7. Tingkat penyampaian dosen
tentang tujuan perkuliahan, silabus referensi & sistem penilaian oleh dosen
di UISU diawal perkuliah.
8.
Tingkat penyesuaian materi yang disampaikan dengan
silabus yang diberikan oleh dosen di UISU
9.
Tingkat pemberian tugas-tugas yang bermanfaat oleh dosen
di FT. UISU
10. Tingkat pemberian umpan
balik mengenai tugas/quis/ujian oleh dosen di FT. UISU
11. Penggunaan alat bantu
mengajar dalam upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU
12. Tingkat penguasaan
mahasiswa terhadap materi kuliah yang disampaikan oleh dosen di FT. UISU
13. Tingkat pengetahuan
mahasiswa terhadap manfat kuliah yang disampaikan terhadap kuliah-kuliah
berikutnya dan dunia kerja.
Cara pengisian quisioner adalah dengan memberikan
penilaian berupa angka dengan keterangan angaka 1 = kurang sekali, 2 = kurang,
3 = baik dan 4 = baik sekali dan kemudian responden diminta untuk menjumlahkan
seluruh nilai yang telah diberikan. Yang menjadi responden dari penelitian ini
adalah 2430 orang mahasiswa yang mengikuti mata kuliah dari 81 orang dosen yang
terdapat di 4 jurusan yang terdapat di FT. UISU.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah angket (quisioner). Bentuk pertanyaan dari quisioner tersebut bervariasi.
Untuk memvalidasi instrumen, dilakukan konsultasi (judgment) dengan beberapa
pakar yang berkaitan dengan informasi yang akan dijaring dari subyek yang
diteliti.
Selanjutnya dilakukan interpretasi, analisis,
pembahasan dan diskusi, kemudian menetapkan beberapa temuan dan proposisi –
proposisi untuk selanjutnya dapat diberikan beberapa rekomendasi yang mendasar
dan operasional.
4.
Analisa dan Pembahasan
Dari hari perhitungan analisa statistik dengan
metode analisa deskriptif dengan menggunakan SPSS diperoleh hasil perhitungan
sebagai berikut:
Tabel 4.1 Hasil perhitungan analisa deskriptif
|
Pertanyaan
|
N
|
Minimum
|
Maximum
|
Sum
|
Mean
|
| Satu | |||||
|
81
|
2.60
|
3.63
|
262.15
|
3.2364
|
|
| Dua | |||||
|
81
|
2.37
|
3.57
|
249.63
|
3.0819
|
|
| Tiga | |||||
|
81
|
2.50
|
3.47
|
250.50
|
3.0926
|
|
| Empat | |||||
|
81
|
2.03
|
3.67
|
245.06
|
3.0254
|
|
| Lima | |||||
|
81
|
2.13
|
3.68
|
247.65
|
3.0574
|
|
| Enam | |||||
|
81
|
2.37
|
3.58
|
255.04
|
3.1486
|
|
| Tujuh | |||||
|
81
|
2.40
|
3.47
|
245.08
|
3.0257
|
|
| Lapan | |||||
|
81
|
2.60
|
3.50
|
245.20
|
3.0272
|
|
| sembilan | |||||
|
81
|
2.27
|
3.57
|
247.02
|
3.0496
|
|
| sepuluh | |||||
|
81
|
2.50
|
3.50
|
241.73
|
2.9843
|
|
| sebelah | |||||
|
81
|
1.33
|
3.44
|
167.84
|
2.0721
|
|
| duabelas | |||||
|
81
|
2.30
|
3.35
|
240.43
|
2.9683
|
|
| tigabela | |||||
|
81
|
2.57
|
3.33
|
240.38
|
2.9677
|
|
| Valid N | |||||
|
81
|
|
|
|
|
PEMBAHASAN
Berdasarkan
dari hasil analisa data dengan menggunakan SPSS untuk data penilaian profil
dosen terdapat di FT.
UISU dapat dilihat pada
table 4.1. Quisioner
terbagi atas 4 bagian besar yang berisikan dari 13 pertanyaan yang terdiri dari
:
A. KEMAMPUAN DOSEN
1.
Penguasaan Materi Kuliah
Berdasarkan
data yang terdapat pada table 5.1 dapat dilihat dengan mengunakan diagram garis
seperti yang ditunjukkan pada Gamber 5.1.
Gambar 5.1 Penguasaan
dosen terhadap materi kuliah yang disampaikan

Gambar
5.1 dan table 5.1 menunjukkan bahwa penguasaan materi kuliah oleh dosen di FT. UISU
menunjukkan nilai yang baik dengan nilai rata-rata 3.2364. Dengan melihat nilai
rata-rata tersebut dapat kita simpulkan bahwa rata-rata penguasaan materi
menunjukkan nilai yang cukup baik, seperti yang dapat kita lihat pada gambar
5.1 sebahagian besar dosen-dosen di FT. UISU memiliki nilai di atas 3 atau baik
untuk kemampunnya terhadap matakuliah yang disampaikan. Tetapi dari gambar 5.1
juga dapat kita lihat masih terdapat beberapa orang dosen yang memiliki
kriteria kemampuan terhadap penguasaan materi dibawah nilai 3 atau baik yaitu
mendekati penilaian 2 atau kurang. Untuk itu masih diperlukan perbaikan bagi
dosen-dosen yang memiliki kriteria kurang baik tersebut dengan banyak membaca,
melengkapi diri dengan buku-buku atau jurnal-jurnal terbaru dan bahkan
melakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan diri terhadap matakuliah yang
diajarkan.
2. PENYAMPAIAN KULIAH
Berdasarkan
table 5.1 dapat kita bahwa lihat nilai rata-rata untuk penyampaian kuliah
memiliki nilai 3,0819 yang berarti memiliki nilai yang baik dengan nilai minimum
sebesar 2,37.
Gambar 5.2 Penilaian terhadap kemampuan dosen dalam
meyampaikan perkuliahan.

Dari
gambar 5.2 diatas dapat kita lihat bahwa masih banyak bahkan hampir mendekati
50% dosen-dosen di FT. UISU yang memiliki penilaian dibawah 3 atau baik untuk
penyampaian kuliah walau pun banyak juga dosen-dosen yang memiliki nilai di
atas kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa masih dirasakan bahwa materi yang
disajikan di depan kelas masih kurang menarik. Untuk itu perlu dilakukan
pelatihan-pelatihan terhadap dosen-dosen di lingkungan FT. UISU
untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyampaikan kuliah di depan kelas
sehingga perkuliahan tidak terasa kaku
bahkan menimbulkan kejenuhan bagi mahasiswa. Apabila penyampaian materi kuliah
dapat dipersembahkan dengan menarik maka materi kuliah akan dapat difahami oleh
mahasiswa dengan lebih mudah bahkan menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih
besar sehingga tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari perkulihan tersebut dapat
dapat lebih cepat/mudah tercapai.
B. SIKAP DOSEN
3. PERSIAPAN KULIAH
Tabel
5.1 menunjukkan bahwa nilai rata-rata untuk penilaian mahasiswa terhadap
persiapan dosen didalam penyelenggaraan perkuliahan adalah 3.0926. Hal ini
menunjukkan bahwa secara keseluruhan persiapan dosen dalam penyelenggaraan
kuliah memiliki nilai yang baik. Dari gambar 5.3 menunjukkan masih terdapat
dosen-dosen yang memiliki nilai dibawah tiga atau masing kurang baik didalam
perkuliahan walau pun jumlahnya masih dibawah yang kategori baik. Untuk ini
juga perlu dilakukan pemberian motivasi kembali kepada dosen-dosen bersangkutan
atau dapat juga untuk seluruh dosen, agar lebih termotivasi dan semangat dalam
mengajar. Sehingga mereka lebih memiliki tanggung jawab dalam mengasuh mata
kuliahnya masing-masing. Untuk dapat melakukan persiapan-persiapan yang baik
sebelum menjalankan perkuliahan. Karena tidak dapat dipungkiri sebahagian besar
dosen hanya mengandalkan teori-teori atau pengetahuan-pengetahuannya yang sudah
lama yang dahulu didapatkannya dibangku kuliah.
Gambar 5.3. Persiapan dosen dalam
penyelenggaraan perkulihan

4.
KEHADIRAN PADA WAKTU YANG DIRENCANAKAN
Penilaian
mahasiswa untuk kehadiran dosen pada waktu yang direncanakan untuk keseluruhan
dosen-dosen di FT.
UISU menunjukkan nilai
3.0254 seperti ditunjukkan pada tabel 5.1. Nilai ini sudah merupakan nilai yang
baik secara keseluruhan walaupun masih terdapat sebagian dosen yang
kehadirannya dikelas menyimpang dari waktu yang telah direncanakan seperti yang
ditunjukkan pada gambar 5.4. Dari gambar 5.4 dapat dilihat beberapa dosen
memiliki nilai dua atau kurang dalam dalam ketepatan waktu untuk hadir dikelas.
Untuk mengatasi ini pihak pimpinan di FT. UISU
perlu memikirkan suatu tindakan yang dapat memberikan suatu sanksi bagi
dosen-dosen yang sering terlambat dalam kehadirannya di kelas. Karena dosen
merupakan statu contoh yang konkrit bagi mahasiswa.
Gambar 5.4 Kehadiran dosen pada waktu yang
direncanakan

5. KETEPATAN WAKTU MEMULAI DAN MENGAKHIRI PERKULIAHAN
Dari gambar 5.5 dapat dilihat sebahagian besar
dosen memiliki nilai diatas 3 atau baik untuk ketepatan waktu dalam memulai dan
mengakhiri perkuliahan. Dan untuk rata-rata penilaian pada ketepatan
dosen-dosen di FT. UISU dalam memulai dan mengakhiri kuliah memiliki nilai
3,0574 seperti yang dapat dilihat pada table 5.1. Nilai ini juga merupakan
nilai yang baik walaupun masih terdapat dosen-dosen yang tidak tepat waktu
dalam memulai dan mengakhiri perkuliahan. Hal ini juga perlu mendapat perhatian
bagi pihak pimpinan fakultas agar dapat memberi perhatian bagi dosen-dosen yang
tidak disiplin dalam waktu. Pihak pimpinan fakultas harus dapat menimbulkan
kembali rasa tanggung jawab yang besar kepada para dosen terhadap mata kuliah
yang diasuhnya walau pun memiliki kesibukan yang tinggi. Karena apa bila hal
ini terus barlanjut maka tujuan-tujuan dari silabus tidak dapat tercapai
apabila waktu perkuliahan semangkin singkat dan tidak sesuai dengan dengan
beban sks. Bila waktu perkuliahan semangkin singkat maka materi perkulihan juga
akan semakin sedikit. Hal ini juga dapat menurunkan kualitas pendidikan di FT. UISU.
Gambar 5.5 Ketepatan waktu dalam
memulai dan mengakhiri perkuliahan

6. MEMBERIKAN KESEMPATAN BERTANYA DAN MELAYANI PERTANYAAN
Tabel 5.1 menunjukkan sikap dosen dalam memberikan
kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa memiliki nilai 3.1486
dengan nilai minimum sebesar 2.37 hal ini menunjukkan secara keseluruhan dosen-dosen
di FT. UISU memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa
dengan baik. Walaupun masih terdapat beberapa dosen yang kurang memberikan
pelayanan yang baik terhadap pertanyaan-pertanyaan mahasiswa walaupun jumlahnya
kecil seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.6. Melayani pertanyaan mahasiswa
rupakan suatu cara untuk menambah pemahaman mahasiswa terhadap materi-materi
kuliah yang disampaikan. Dalam upaya memberhasilkan KBM di kelas diharapkan
para dosen dapat menjadi teman diskusi yang menyenangkan bagi mahasiswa.
Sehingga mahasiswa dapat lebih menggali ilmu-ilmu atau hal-hal yang berkaitan
dengan materi perkuliahan yang tidak/kurang difahami dan membingungkan bagi
mahasiswa.
Gambar 5.6. Memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan
mahasiswa

C.
PENYELENGGARAAN
7. MENJELASKAN DIAWAL PERKULIAHAN TENTANG TUJUAN
PERKULIAHAN, SILABUS REFERENSI & SYSTEM PENILAIAN
Dari table 5.1 dapat kita lihat bahwa penilaian
mahasiswa terhadap dosen-dosen di FT. UISU dalam menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan perkulianan,
silabus referensi dan system penilaian menunjukkan nilai 3.0257. Hal ini
menunjukkan secara keseluruhan dalam menjelaskan diawal perkuliahan tentang
tujuan perkuliahan, silabus referensi dan system penilaian secara
keluruhan menunjukkan nilai yang baik.
Tapi dari gambar 5.7 dapat kita lihat bahwa beberapa orang dosen masih kurang
menjelaskan tentang tujuan perkuliahan, referensi dan system penilaian diawal
perkuliahan. Penjelasan ini perlu dilakukan karena dengan menjelaskannya
mahasiswa dapat memahami tentang kompetensi yang ingin dicapai dalam
penyelenggaraan mata kuliah ini. Penjelasan tentang silabus dan referensi perlu
dijelaskan agar mahasiswa dapat mengetahui tentang tahapan-tahapan materi
perkuliahan mulai dari awal hingga akhir semester, sehingga mahasiswa dapat
melengkapi dirinya dengan buku yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi
tentang materi-materi perkuliahan. System penilaian juga perlu diinformasikan
kepada mahasiswa agar mahasiswa dapat mempersiapkan dirinya agar dapat memiliki
nilai yang baik pada setiap penilaian-penilaian yang dilakukan oleh dosen yang
yang bersangkutan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian bagi pihak fakultas agar dapat memberikan suatu trainning ulang
tentang system penyelenggaraan perkuliahan yang baik agar dapat memberikan
penyegaran kepada dosen-dosen di lingkungan FT. UISU
agar dapat meningkatkan keterampilan dalam metode pengajaran
Gambar 5.7. Menjelaskan diawal perkuliahan tentang
tujuan perkuliahan, silabus referensi dan sytem penilaian.

8. KESESUAI KULIAH DENGAN SILABUS
Dengan menjelaskan silabus
diawal perkuliahan dosen juga harus menjadikan silabus sebagai suatu panduan
bagi dosen dalam pemberian materi kuliah.
Dari table 5.1 dapat dilihat penilaian mahasiswa terhadap kesesuaian kuliah
dengan silabus menunjukkan nilai 3.0272.
Secara keseluruhan penilaian terhadap dosen-dosen di FT. UISU
menunjukkan nilai yang baik. Dari gambar 5.8 dapat dilihat masih terdapat
dosen-dosen yang dinilai materi-materi yang disampaikan dalam perkuliahan
kurang sesuai dengan silabus walaupun persentasenya kecil.
Gambar 5.8 Kesesuaian dengan
kuliah dengan silabus

9. MEMBERIKAN TUGAS YANG BERMANFAAT
Tabel
5.1 dapat dilihat bahwa dalam memberikan tugas yang bermanfaat penilaian
terhadap dosen-dosen di FT.
UISU menunjukkan nilai
3.0496. Hal ini menunjukkan nilai yang baik. Dari gambar 5.9 dapat di lihat
sebagian besar dosen menunjukkan nilai yang baik walaupun masih terdapat
dosen-dosen yang kurang memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa. Tugas-tugas
dalam perkuliahan diperlukan untuk memberikan latihan-latihan kepada mahasiswa
untuk menambah pemahaman dan kemahirannya terhadapat mata kuliah yang
diajarkan.
Gambar 5.9 Memberikan tugas yang bermanfaat

10.
MEMBERIKAN UMPAN BALIK
MENGENAI TUGAS/QUIZ/UJIAN
Berdasarkan
hasil analisa deskriptif terhadap penilaian mahasiswa terhadap dosen-dosen di FT. UISU
dalam memberikan umpan balik mengenai tugas/quiz/ujian diberikan memiliki nilai
2.9843 seperti yang ditunjukkan pada table 5.1. Hal ini merupakan suatu nilai
yang hampir mendekati kategori baik.
Gambar 5.10 Memberikan umpan
balik mengenai tugas/quiz/ujian

Dari
gambar 5.10 juga dapat dilihat masih banyak atau lebih dari 50% dosen-dosen di FT.
UISU memiliki nilai dibawah kategori baik. Walaupun untuk pemberian tugas
dosen-dosen di FT.
UISU tetapi mereka kurang
memberikan jawaban atau mengembalikan lembar-lembar tugas/quiz dan ujian kepada
mahasiswa sehingga mahasiswa kurang memahami kesalahan-kesalahan yang memereka
buat pada lembaran-lembaran tugas tersebut. Hal ini perlu diperhatikan oleh
dosen-dosen di FT.
UISU agar dapat mengetahui
hal yang salah benar dan yang salah pada lembar kerja mereka dapat lebih
memahami materi-materi yang telah dipelajarinya.
11.
MENGGUNAKAN ALAT BANTU MENGAJAR SEPERTI OHP, INFOCUS DLL
Penilaian
mahasiswa terhadap penggunaan alat bantu mengajar seperti OHP dan Infocus
memiliki nilai yang kurang yaitu 2.0721 seperti yanga ditunjukkan pada table
5.1. Hal ini menunjukkan bahwa dosen-dosen di FT. UISU
masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengajar di depan kelas seperti
dengan menuliskan materi-materi perkuliahan di papan tulis. Dengan menggunakan papan
tulis akan menyita waktu perkuliahan apalagi bila harus menggambar di papan
tulis. Dengan menggunakan alat bantu mengajar seperti seperti OHP dan Infocus
dosen dapat menghemat waktu tanpa perlu menyalin ulang. Dosen hanya perlu
menyiapan satu bahan dan dapat mengajarkan bahan yang sama dikelas parallel
yang lain. Selain itu dengan menggunakan OHP dan Infocus juga dosen dapat
memiliki waktu yang lebih lama dalam menerangkan materi-materi kuliah dan diskusi
dengan mahasiswa. Kurangnya penggunaan alat Bantu mengajar seperti OHP dan
Infocus seperti ini mungkin disebabkan kurangnya keterampilan dosen dalam
penggunaan komputer. Hal ini juga perlu mendapat perhatian dari pimpinan
fakultas untuk mengadakan suatu tranning dalam penggunaan alat Bantu mengajar.
Gambar 5.11 Menggunakan alat bantu mengajar seperti OHP, Infocus dll.

D.
KEBERHASILAN
12.
MAHASISWA MENGERTI/MENGUSAI MATERI KULIAH TERSEBUT
Dari
gambar 5.12 kita dapat melihat bahwa sebahagian besar penguasaan materi kuliah
oleh mahasiswa memiliki penilaian dibawah 3 atau dibawah kategori baik.
Penilaian mahasiswa ini juga dapat dilihat pada table 5.1 yang menunjukkan
nilai 2.9683 nilai ini merupakan penilaian pemahamannya terhadap materi-materi
yang disampaikan oleh dosen-dosen di FT. UISU. Nilai ini merupakan suatu nilai
yang sudah dapat dikatakan baik. Tetapi pada gambar 5.12 kita dapat melihat
sebahagian besar dosen-dosen memiliki penilaian dibawah kategori baik. Hal ini
merupakan suatu hal yang perlu diketahui dan menjadi perhatian bagi dosen-dosen
agar lebih memahami kemampuan mahasiswa dalam pemahamannya dan kemampuannya
dalam penguasaan materi perkuliahan. Untuk itu diharapkan dosen-dosen di FT. UISU
dapat meningkatkan kemampuannya dalam bidang pengajaran. Agar keberhasilan KBM
di FT. UISU dapat di tingkatkan sehingga tujuan-tujuan atau
kompetensi-kompetensi yang ingin dicapai dapat ditingkatkan.
Gambar 5.12 Mahasiswa
mengerti/menguasai materi kuliah tersebut
13. MAHASISWA MENGETAHUI MANFAATNYA UNTUK
KULIAH-KULIAH BERIKUTNYA ATAU UNTUK DUNIA KERJA
Pengetahuan mahasiswa terhadap manfaat mata kuliah
yang disampaikan untuk kuliah-kuliah berikutnya dan manfaat mata kuliah untuk digunakan
dalam dunia kerja menunjukkan nilai 2.9677 seperti yang dapat dilihat pada
table 5.1. Nilai ini sudah dapat
dikategorikan dalam kategori baik, walaupun dari gambar 5.13 kita dapat melihat
bahwa masih banya dosen yang memiliki nilai dibawah kategori baik dalam
memberikan pemahaman terhadap aplikasi mata kuliah untuk kuliah-kuliah
berikutnya dan penggunaan ilmu yang diperolehnya dibangku kuliah untuk
digunakan di dunia kerja. Hal ini perlu mendapat perhatian bagi dosen-dosen di FT. UISU
agar dapat lebih memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam aplikasi
matakuliah untuk dunia kerja dan kuliah-kuliah berikutnya. Untuk itu dosen
perlu lebih banyak memberikan studi-studi kasus yang dan menggunakan alat-alat
peraga dalam memberikan kuliah-kuliah dikelas sehingga mahasiswa dapat langsung
melihat manfaat mata kuliah dalam dunia kerja dan kuliah-kuliah berikutya serta
penggunaan ilmu-ilmu yang dipelajarinya dapat berguna dalam kehidupan
sehari-hari. Suatu KBM dikatakan berhasil apabila mahasiswa dapat mengetahui
manfaat mata kuliah yang dipelajarinya dapat berguna didunia kerja.
Gambar 5.13 Mahasiswa mengetahui manfaatnya untuk
kuliah-kuliah berikutnya atau dunia kerja.

7. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan
metode analisa deskriptif yang telah
dijalankan untuk melihat gambaran tentang profil dosen FT. UISU dan upaya – upaya yang dilakukannya dalam
memberhasilkan KBM dapat disimpulkan:
1. Penguasaan materi kuliah
oleh dosen di FT. UISU menunjukkan nilai
yang baik dengan nilai rata-rata 3.2364.
2.
Nilai rata-rata untuk penyampaian kuliah bagi dosen-dosen
di FT. UISU memiliki nilai 3,0819 yang berarti memiliki nilai yang baik dengan
nilai minimum sebesar 2,37.
3. Nilai rata-rata untuk
penilaian mahasiswa terhadap persiapan dosen didalam penyelenggaraan
perkuliahan adalah 3.0926. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan
persiapan dosen-dosen di FT. UISU dalam
penyelenggaraan kuliah memiliki nilai yang baik.
4. Penilaian untuk kehadiran dosen pada waktu yang direncanakan
untuk keseluruhan dosen-dosen di FT.
UISU menunjukkan nilai
3.0254. Nilai ini sudah merupakan nilai yang baik secara keseluruhan.
5. Penilaian pada ketepatan
dosen-dosen di FT. UISU dalam memulai dan mengakhiri kuliah memiliki nilai
3,0574. Nilai ini juga merupakan nilai
yang baik.
6. Sikap dosen dalam memberikan kesempatan bertanya dan
melayani pertanyaan mahasiswa memiliki nilai 3.1486, hal ini menunjukkan secara
keseluruhan dosen-dosen di FT.
UISU memberikan
kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa dengan baik.
7. Penilaian mahasiswa terhadap dosen-dosen di FT. UISU
dalam menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan perkulianan, silabus
referensi dan system penilaian menunjukkan nilai 3.0257. Hal ini menunjukkan
secara keseluruhan dalam menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan
perkuliahan, silabus referensi dan system penilaian secara keluruhan menunjukkan nilai yang baik.
8. Penilaian mahasiswa terhadap kesesuaian kuliah dengan
silabus menunjukkan nilai 3.0272. Secara
keseluruhan penilaian terhadap dosen-dosen di FT. UISU
menunjukkan nilai yang baik.
9. Dalam memberikan tugas yang bermanfaat penilaian
terhadap dosen-dosen di FT.
UISU menunjukkan nilai
3.0496. Hal ini menunjukkan nilai yang baik.
10. Berdasarkan hasil analisa deskriptif terhadap penilaian
mahasiswa terhadap dosen-dosen di FT.
UISU dalam memberikan
umpan balik mengenai tugas/quiz/ujian diberikan memiliki nilai 2.9843. Hal ini merupakan suatu
nilai yang hampir mendekati kategori baik.
11. Penilaian mahasiswa
terhadap penggunaan alat bantu mengajar seperti OHP dan Infocus memiliki nilai
yang kurang yaitu 2.0721 (kurang baik). Hal ini menunjukkan bahwa dosen-dosen
di FT. UISU masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengajar di depan
kelas seperti dengan menuliskan materi-materi perkuliahan di papan tulis.
12. Penilaian mahasiswa dalam
penguasaannya terhadap materi-materi
kuliah menunjukkan nilai 2.9683. Nilai ini merupakan suatu nilai yang sudah
dapat dikatakan baik atau mendekati kategori baik..
13. Pengetahuan mahasiswa
terhadap manfaat mata kuliah yang disampaikan untuk kuliah-kuliah berikutnya
dan manfaat mata kuliah untuk digunakan dalam dunia kerja menunjukkan nilai
2.9677. Nilai ini sudah dapat dikategorikan dalam kategori baik atau hampir
mendekati baik.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Rohani et,all. 1995. Pengelolaan pengajaran, Jakarta: Reneka Cipta.
Amidjaja, Dodu Tisna.
1980. Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan
Tenaga Kependidikan. Jakarta: Depdikbud.
Darwin, 1990, Tinjauan Tentang Keberhasilan Program
Matrikulasi Praktek Workshop Jurusan PT Bangunan FPTK IKIP Padang. FPTK
IKIP Padang.
Natawidjaja, Rohman.
1981. Pendidikan Guru Berdasarkan
Kompetensi. P3G. Jakarta: Depdikbud.
Syaiful, Bahri Djamarah, Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar-Mengajar. Renika Cipta
Sudjana, Nana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru.
Tjipto, Utamo, Kees Ruister. 1994. Peningkatan dan pengembangan Pendidikan,
Jakarta PT. Gramedia Pustaka Utama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar