Rabu, 11 Januari 2012

PROFIL DOSEN DALAM KBM DI FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA


PROFIL DOSEN DALAM KBM DI FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA

Silvi Ariyanti

Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara,
Jl. SisingaManagaraja, Teladan, Medan, Indonesia


Abstrak

Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) merupakan salah satu Universitas besar yang terdapat di Sumatera Utara yang diharapkan dapat berdiri tegak sejajar dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Upaya kearah itu telah dirintis dan telah dilakukan perbaikan disana sini, terutama infrastruktur pendukungnya. Salah satu yang tak kalah pentingnya dan bahkan penentu adalah keberadaan dosen dengan seperangkat kriteria dan kredibel yang dimilikinya. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimana kemampuan dosen dalam dalam mengajar mata kuliah dalam upaya memberhasilkan KBM di Fakultas Teknik (FT) UISU? Bagaimana prilaku mendidik dan mengajar dosen dalam memberhasilkan KBM mata kuliah di FT. UISU? Bagaimana penyelenggaraan kuliah yang dijalankan oleh dosen dalam upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU? Dan Bagaimana tingkat keberhasilan dosen dalam mengajarkan mata kuliah yang diasuh di FT. UISU?. Setelah dilakukan analisa terhadap data yang telah dikumpulkan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Penguasaan materi kuliah, penyampaian kuliah, persiapan dalam penyelenggaraan perkuliahan, kehadiran dosen pada waktu yang direncanakan, ketepatan dalam memulai dan mengakhiri kuliah, memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan, menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan perkulianan, silabus referensi dan system penilaian, kesesuaian kuliah dengan silabus serta memberikan tugas yang bermanfaat terhadap dosen-dosen di FT. UISU menunjukkan nilai -nilai yang baik. Sedangkan penilaian mahasiswa terhadap memberikan umpan balik mengenai tugas/quiz/ujian, penguasaan mahasiswa terhadap materi-materi kuliah dan Pengetahuan mahasiswa terhadap manfaat mata kuliah yang disampaikan untuk kuliah-kuliah berikutnya serta manfaat mata kuliah untuk digunakan dalam dunia kerja menunjukkan nilai yang hampir baik dan penilaian untuk penggunaan alat bantu mengajar seperti OHP dan Infocus memiliki nilai yang kurang.


Kata kata kunci: Profil dosen, KBM


1.      Pendahuluan

Keberadaan dosen dalam berbagai format perguruan merupakan sesuatu yang tidak dapat disangkal ataupun diganti. Dalam bentuk yang tradisional suatu perguruan tinggi harus memiliki unsur – unsur dosen, mahasiswa dan tenaga pengelola. Dengan kata lain, kehadiran dosen secara fisik merupakan suatu gejala fenomena dimana tidak akan ada kegiatan akademik tanpa kehadiran dosen dalam arti yang sesungguhnya.

Permasalahan Fakultas Teknik (FT) UISU apabila dicermati secara menyeluruh dan tuntas, harus memperhatikan masalah berikut: filsafat pendidikan/aliran pemikiran, profil kompetensi lulusan yang dikehendaki, masukan (input), program keilmuan, kurikulum, proses/kegiatan belajar mengajar, sarana dan prasarana dan tenaga dosen serta tenaga kependidikan yang menjalankan program. Semua masalah tersebut tidak mungkin dapat diatasi secara menyeluruh dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu upaya perbaikan tersebut dilakukan secara bertahap dan berkesenambungan (sustainable strategy). 
Diduga, pada mata kuliah tertentu melalui interaksi dengan dosen telah diterapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang baik dan benar. Akan tetapi pada mata kuliah tertentu lainnya, penerapan KBM ini masih diragukan keberadaannya. Oleh karena itu sebelum melakukan berbagai aksi perbaikan KBM mata kuliah, maka terlebih dahulu melalui penelitian ini ingin dipelajari efektifitas KBM mata kuliah yang diasuh dosen di FT. UISU secara keseluruhan.

                        Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan penelitian ini dibatasi dan difokuskan pada ”Profil dosen dan upaya-upaya yang dilakukannya dalam memberhasilkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di FT. UISU Medan.

Secara operasional, permasalahan penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut
1. Bagaimana kemampuan dosen dalam dalam mengajar mata kuliah dalam upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU?
2. Bagaimana prilaku mendidik dan mengajar dosen dalam memberhasilkan KBM mata kuliah di FT. UISU ?
3. Bagaimana penyelenggaraan kuliah yang dijalankan oleh dosen dalam upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU?
4. Bagaimana tingkat keberhasilan dosen dalam mengajarkan mata kuliah yang diasuh  di FT. UISU ?

2.      Landasan Teori

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara dosen dan mahasiswa. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Dosen dan guru sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematik dengan memanfaatkan sesuatunya guna kepentingan pengajaran (Syaiful et.al, 2002).

Kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah suatu interaksi yang terjadi diantara pihak-pihak yang berkepentingan yaitu: (Ahmad et, all, 1995)
1. Mahasiswa
2. Dosen
3. Orang tua
4. Masyarakat
5. Bangsa dan negara (Nasional/Internasional)
Kegiatan belajar mengajar membutuhkan yaitu:
1. Tenaga pengajar (Dosen)
2. Peserta didik (Mahasiswa)
3. Fasilitas (Ruang relajar/Labor/Kantor)
4. Kurikulum yang terarah/relevan/kompetensi
5. Buku-buku yang dapat digunakan
6. Media bantu pembelajaran.
               
Untuk dapat memenuhi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan diperlukan:
1. Tenaga pengajar yang memenuhi syarat
        Kualifikasi dosen (lulusan S1, S2, S3)
        Relevansi bidang studi yang bersangkutan
        Motivasi yang dimiliki oleh dosen yang mengajar
2. Perserta didik yang memenuhi persyaratan
    Mengikuti seleksi/rangking
    Nilai tes rasional
    Motivasi yang dimiliki/bisa ditumbuhkan
3. Fasilitas belajar yang memenuhi standart mutu
         Ruang belajar yang memenuhi syarat
         Meja/Kursi
         Papan tulis/Kapur/Spidol/Penghapus
         OHP/Slide dll
         Penerangan/Cahaya sirkulasi udara
         Kebersihan ruangan.

Dengan melihat indikator keberhasilan yang suatu kegiatan belajar mengajar diatas seorang dosen dinyatakan berhasil dalam mengajar apabila:
1. Dosen mampu mengubah/meningkatkan ilmu pengetahuan peserta didik
2. Dosen mampu memperbaiki prilaku peserta didik
3. Komunikasi lancar dan suasana yang hidup
4. Peserta didik aktif belajar dan kreatif
5. Kelas harmonis saling ceria/bahagia
6. Prestasi cenderung meningkat dan naik

Dengan melihat indikator keberhasilan kegiatan belajar mengajar yang menjadi masalah dari suatu kegiatan belajar mengajar yang terdapat diperguruan tinggi adalah:
1. Sebagian dosen kurang mampu menguasai kelas
2. Materi yang dikuasai dosen minim (belum standart)
3. Semangat mengajar cenderung rendah/turun
4. Kurang terjadi interaksi KBM (mahasiswa-dosen)
5. Prestasi belajar (IP) secara umum belum baik
6. Peserta didik cenderung malas dan pindah/putus kuliah.

2.1. PROFIL DOSEN DALAM KAITANNYA DENGAN KBM

Untuk merumuskan profil guru atau dosen, dibawah ini dikemukakan beberapa rumusan mengenai kemampuan guru atau dosen. Menurut Amidjaja (1980), ada 3 aspek kemampuan guru yakni:
1. Kemampuan pribadi,
2. Kemampuan profesional dan
3. Kemampuan kemasyarakatan.

Berdasarkan penelitian Barak Rosenshine dan Robert Stevens (Houston at al., 1998), bahwa prilaku mengajar dosen efektif dapat diungkap melalui :
1. Memulai pekerjaan dengan kaji ulang melalui pelajaran yang lalu
2. Menjelaskan tujuan pelajaran secara singkat
3. Menyajikan pelajaran langkah demi langkah, dan memberikan latihan praktis setelah setiap langkah
4. Memberikan instruksi dan rincian tugas yang jelas
5. Memberikan praktek yang banyak
6. Memberikan berbagai pertanyaan dan kesempatan kepada semua siswa untuk mendemonstrasikan pemahamannya
7. Membimbing praktek mahasiswa dengan keterampilan dan prosedur yang baru
8. Memberikan umpan balik dan perbaikan secara sistematik
9. Memberikan instruksi yang eksplisit untuk pekerjaan siswa atau memantau kemajuannya

Selain itu, Natawidjaja (1992) mengatakan bahwa kemampuan guru itu bertitik tolak dari empat pertanyaan mendasar, yaitu :
1. Kemampuan dasar apakah yang menjadi rujukan pengembangan pendidikan guru itu?
2. Sampai dimana program yang dirancang itu dapat mengembangkan kemampuan–kemampuan itu dapat diobservasi/diukur?
3. Bagaimana kemampuan–kemampuan itu didemonstrasikan oleh calon guru hasil didikan melalui program itu?
4. Apakah kemampuan–kemampuan yang didemonstrasikan oleh calon guru hasil didikan melalui program itu, dan apakah program yang didemonstrasikan itu menunjang keberhasilan siswa yang didiknya?

Selanjutnya pertanyaan–pertanyaan tersebut diatas mengarah pada indentifikasi kemampuan guru menjadi lima kelompok dasar, yaitu :
1. Perencanaan, penguasaan materi dan alat pelajaran, serta penilaian keberhasilan siswa.
2. Strategi, teknik dan metode pengajaran.
3. komunikasi dengan siswa dan penggunaan bahasa.
4. Penanaman disiplin dan motivasi keterlibatan siswa dalam belajar.
5. Pengembangan profesional.

2.2. UPAYA DOSEN DALAM MEMBERHASILKAN KBM

Proses belajar mengajar merupakan perpaduan dua kegiatan, yaitu mengajar dan belajar, keduanya tidak dapat dipisahkan dan akan membentuk suatu interaksi. Sudjana (1989) menyatakan bahwa : belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Proses belajar mengajar tidak akan berhasil apabila kedua kegiatan tersebut tidak mendukung.

Proses belajar mengajar memiliki komponen–komponen sebagaimana yang ada dikurikulum. Komponen yang dimaksud itu meliputi tujuan, bahan pelajaran, metode dan alat, dan penilaian (evaluasi). Keempat komponen tersebut saling terkait dan saling pengaruh mempengaruhi (Sudjana, 1989). Oleh karena itu, guru sebagai motor pelaksana proses belajar mengajar diharapkan mampu membuat persiapan belajar mengajar, melaksanakan dan mengevaluasi hasil belajar.

1. Persiapan mengajar
Dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang baik dan benar, dibutuhkan adanya suatu persiapan mengajar yang sistematis dan memadai. Ada beberapa komponen yang perlu dipersiapkan, yaitu (Sudjana, 1989):
a. Menentukan tujuan pengajaran,
b. Menentukan bahan (materi) pelajaran,
c.  Menentukan kegiatan belajar mengajar (metode dan strategi),
d. Menentukan penilaian hasil belajar.

2. Melaksanakan Pengajaran 

Setelah membuat persiapan mengajar, kegiatan dosen selanjutnya adalah mewujudkan apa – apa yang telah ditentukan sebelumnya dalam bentuk kegiatan nyata sewaktu proses belajar mengajar berlangsung. Perbuatan guru dalam mengajar ini tentu saja akan mewarnai setiap langkah yang membentuk proses belajar mengajar.

Ada beberapa langkah yang harus ditempuh guru/dosen dalam melaksanakan pengajaran yaitu (Sudjana, 1989):
  Tahap pemulaan,
  Tahap pengajaran, dan
  Tahap penilaian serta tindak lanjut.

Tahap permulaan adalah tahap bertujuan menyiapkan kondisi belajar yang dapat memudahkan menerima pelajaran.

Tahap pengajaran merupakan tahap inti, yaitu : tahapan menambah materi yang telah disiapkan sebelumnya. Pada tahap ini harus selalu berpegang pada persiapan mengajar yang telah disiapkan. Kegiatan – kegiatan pada tahap ini akan dipengaruhi oleh jenis pendekatan pengajaran yang digunakan oleh guru/dosen. Oleh karena itu perlu adanya ketrampilan meramu segala bentuk unsur penunjang untuk keberhasilan pelaksanaan pengajaran.

Tahap penilaian serta tindak lanjut yaitu: tahapan penilaian terhadap hasil dari pembelajaran yang telah dijalankan.

3. Evaluasi Hasil Belajar

Aspek terpenting dalam setiap kegiatan adalah penilaian atau evaluasi (evaluation). Oleh sebab itu dalam pembelajaran mutlak dilakukan evaluasi, karena juga berfungsi sebagai umpan balik. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris Evaluation dalam bahasa Arab Al-Taqdir dan dalam bahasa Indonesia adalah penilaian. Dan akar kata dari Bahasa Inggris adalah Value dan dalam bahasa Arab Al-Qimah dalam bahasa Indonesia nilai. Jadi penilaian adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.

2.3. FAKTOR PENGUASAAN BIDANG STUDI DOSEN      

Dosen merupakan faktor dalam kegiatan pengajaran, maka perannya dominan dalam memberhasilkan kegiatan belajar mengajar. Dari dosen itu sendiripun banyak variabel yang penting diperhatikan. Variabel tersebut adalah : sikap, kepribadian, dan kemampuan serta ketrampilan guru dalam mengajar. Akan tetapi dengan tidak bermaksud mengabaikan berbagai faktor dan variabel–variabel diatas, faktor penguasan bidang studi oleh dosen berpengaruh besar dalam pelaksanaan proses belajar mangajar.

Klausmeir dalam Pasandaraan (1987) mengemukakan berapa ciri yang dimiliki guru yang menguasai bidang studi, jika ia berinteraksi dengan siswanya. Ciri – ciri yang dimaksud adalah :
1. Tidak pernah bingung terhadap pertanyaan – pertanyaan mendadak yang diajukan siswa.
2. Tidak pernah membungkamkan pertanyaan siswa.
3. Menguasai materi pelajaran lebih dari apa yang terdapat didalam buku teks.
4. Selalu kelihatan percaya diri bila berdiri di depan kelas.
5. Selalu kelihatan tahu apa yang harus diperbuat berikutnya.
6. Tidak kelihatan takut bila melakukan kesalahan.

3.      Metode Penelitian


Studi tentang profil dosen dan upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU ini, dilakukan dengan menggunakan dengan metode analisis deskriptif. Metode pengambilan data dengan menggunakan quisioner.

Adapun pertanya-pertanyaan yang diajukan dalam quisoner yang telah dibuat bertujuan untuk menggambarkan situasi – situasi sehubungan dengan :
1. Penguasaan materi mata kuliah dosen di FT. UISU
2. Gaya penyampaian bahan kuliah oleh dosen FT. UISU
3. Persiapan kuliah oleh dosen FT. UISU.
4. Tingkat disiplin dosen dalam kehadiran pada waktu kuliah yang direncanakan oleh dosen FT. UISU
5. Tingkat disiplin dosen dalam memulai dan mengakhiri kuliah mata kuliah oleh dosen di UISU.
6. Sikap dosen dalam memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa dalam perkuliahan  dosen di FT. UISU.
7. Tingkat penyampaian dosen tentang tujuan perkuliahan, silabus referensi & sistem penilaian oleh dosen di UISU diawal perkuliah.
8.       Tingkat penyesuaian materi yang disampaikan dengan silabus yang diberikan oleh dosen di UISU
9.       Tingkat pemberian tugas-tugas yang bermanfaat oleh dosen di FT. UISU
10.    Tingkat pemberian umpan balik mengenai tugas/quis/ujian oleh dosen di FT. UISU
11.    Penggunaan alat bantu mengajar dalam upaya memberhasilkan KBM di FT. UISU
12.    Tingkat penguasaan mahasiswa terhadap materi kuliah yang disampaikan oleh dosen di FT. UISU
13.    Tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap manfat kuliah yang disampaikan terhadap kuliah-kuliah berikutnya dan dunia kerja.

Cara pengisian quisioner adalah dengan memberikan penilaian berupa angka dengan keterangan angaka 1 = kurang sekali, 2 = kurang, 3 = baik dan 4 = baik sekali dan kemudian responden diminta untuk menjumlahkan seluruh nilai yang telah diberikan. Yang menjadi responden dari penelitian ini adalah 2430 orang mahasiswa yang mengikuti mata kuliah dari 81 orang dosen yang terdapat di 4 jurusan yang terdapat di FT. UISU.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket (quisioner). Bentuk pertanyaan dari quisioner tersebut bervariasi. Untuk memvalidasi instrumen, dilakukan konsultasi (judgment) dengan beberapa pakar yang berkaitan dengan informasi yang akan dijaring dari subyek yang diteliti.

Selanjutnya dilakukan interpretasi, analisis, pembahasan dan diskusi, kemudian menetapkan beberapa temuan dan proposisi – proposisi untuk selanjutnya dapat diberikan beberapa rekomendasi yang mendasar dan operasional.

4.      Analisa dan Pembahasan

Dari hari perhitungan analisa statistik dengan metode analisa deskriptif dengan menggunakan SPSS diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil perhitungan analisa deskriptif















Pertanyaan
N
Minimum
Maximum
Sum
Mean
Satu
81
2.60
3.63
262.15
3.2364
Dua
81
2.37
3.57
249.63
3.0819
Tiga
81
2.50
3.47
250.50
3.0926
Empat
81
2.03
3.67
245.06
3.0254
Lima
81
2.13
3.68
247.65
3.0574
Enam
81
2.37
3.58
255.04
3.1486
Tujuh
81
2.40
3.47
245.08
3.0257
Lapan
81
2.60
3.50
245.20
3.0272
sembilan
81
2.27
3.57
247.02
3.0496
sepuluh
81
2.50
3.50
241.73
2.9843
sebelah
81
1.33
3.44
167.84
2.0721
duabelas
81
2.30
3.35
240.43
2.9683
tigabela
81
2.57
3.33
240.38
2.9677
Valid N
81




 
                        PEMBAHASAN

Berdasarkan dari hasil analisa data dengan menggunakan SPSS untuk data penilaian profil dosen terdapat di FT. UISU dapat dilihat pada table 4.1. Quisioner terbagi atas 4 bagian besar yang berisikan dari 13 pertanyaan yang terdiri dari :

A. KEMAMPUAN DOSEN

1.       Penguasaan Materi Kuliah

Berdasarkan data yang terdapat pada table 5.1 dapat dilihat dengan mengunakan diagram garis seperti yang ditunjukkan pada Gamber 5.1.








Gambar 5.1 Penguasaan dosen terhadap materi kuliah yang disampaikan
Gambar 5.1 dan table 5.1 menunjukkan bahwa penguasaan materi kuliah oleh dosen di FT. UISU menunjukkan nilai yang baik dengan nilai rata-rata 3.2364. Dengan melihat nilai rata-rata tersebut dapat kita simpulkan bahwa rata-rata penguasaan materi menunjukkan nilai yang cukup baik, seperti yang dapat kita lihat pada gambar 5.1 sebahagian besar dosen-dosen di FT. UISU memiliki nilai di atas 3 atau baik untuk kemampunnya terhadap matakuliah yang disampaikan. Tetapi dari gambar 5.1 juga dapat kita lihat masih terdapat beberapa orang dosen yang memiliki kriteria kemampuan terhadap penguasaan materi dibawah nilai 3 atau baik yaitu mendekati penilaian 2 atau kurang. Untuk itu masih diperlukan perbaikan bagi dosen-dosen yang memiliki kriteria kurang baik tersebut dengan banyak membaca, melengkapi diri dengan buku-buku atau jurnal-jurnal terbaru dan bahkan melakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan diri terhadap matakuliah yang diajarkan.

2. PENYAMPAIAN KULIAH

Berdasarkan table 5.1 dapat kita bahwa lihat nilai rata-rata untuk penyampaian kuliah memiliki nilai 3,0819 yang berarti memiliki nilai yang baik dengan nilai minimum sebesar 2,37.
Gambar 5.2 Penilaian terhadap kemampuan dosen dalam meyampaikan perkuliahan.
Dari gambar 5.2 diatas dapat kita lihat bahwa masih banyak bahkan hampir mendekati 50% dosen-dosen di FT. UISU yang memiliki penilaian dibawah 3 atau baik untuk penyampaian kuliah walau pun banyak juga dosen-dosen yang memiliki nilai di atas kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa masih dirasakan bahwa materi yang disajikan di depan kelas masih kurang menarik. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan-pelatihan terhadap dosen-dosen di lingkungan FT. UISU untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyampaikan kuliah di depan kelas sehingga perkuliahan tidak  terasa kaku bahkan menimbulkan kejenuhan bagi mahasiswa. Apabila penyampaian materi kuliah dapat dipersembahkan dengan menarik maka materi kuliah akan dapat difahami oleh mahasiswa dengan lebih mudah bahkan menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih besar sehingga tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari perkulihan tersebut dapat dapat lebih cepat/mudah tercapai.

B. SIKAP DOSEN

3. PERSIAPAN KULIAH

Tabel 5.1 menunjukkan bahwa nilai rata-rata untuk penilaian mahasiswa terhadap persiapan dosen didalam penyelenggaraan perkuliahan adalah 3.0926. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan persiapan dosen dalam penyelenggaraan kuliah memiliki nilai yang baik. Dari gambar 5.3 menunjukkan masih terdapat dosen-dosen yang memiliki nilai dibawah tiga atau masing kurang baik didalam perkuliahan walau pun jumlahnya masih dibawah yang kategori baik. Untuk ini juga perlu dilakukan pemberian motivasi kembali kepada dosen-dosen bersangkutan atau dapat juga untuk seluruh dosen, agar lebih termotivasi dan semangat dalam mengajar. Sehingga mereka lebih memiliki tanggung jawab dalam mengasuh mata kuliahnya masing-masing. Untuk dapat melakukan persiapan-persiapan yang baik sebelum menjalankan perkuliahan. Karena tidak dapat dipungkiri sebahagian besar dosen hanya mengandalkan teori-teori atau pengetahuan-pengetahuannya yang sudah lama yang dahulu didapatkannya dibangku kuliah.
Gambar 5.3. Persiapan dosen dalam penyelenggaraan perkulihan
                 

4. KEHADIRAN PADA WAKTU YANG DIRENCANAKAN

Penilaian mahasiswa untuk kehadiran dosen pada waktu yang direncanakan untuk keseluruhan dosen-dosen di FT. UISU menunjukkan nilai 3.0254 seperti ditunjukkan pada tabel 5.1. Nilai ini sudah merupakan nilai yang baik secara keseluruhan walaupun masih terdapat sebagian dosen yang kehadirannya dikelas menyimpang dari waktu yang telah direncanakan seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.4. Dari gambar 5.4 dapat dilihat beberapa dosen memiliki nilai dua atau kurang dalam dalam ketepatan waktu untuk hadir dikelas. Untuk mengatasi ini pihak pimpinan di FT. UISU perlu memikirkan suatu tindakan yang dapat memberikan suatu sanksi bagi dosen-dosen yang sering terlambat dalam kehadirannya di kelas. Karena dosen merupakan statu contoh yang konkrit bagi mahasiswa.    

Gambar 5.4 Kehadiran dosen pada waktu yang direncanakan
5.      KETEPATAN WAKTU MEMULAI DAN MENGAKHIRI PERKULIAHAN

Dari gambar 5.5 dapat dilihat sebahagian besar dosen memiliki nilai diatas 3 atau baik untuk ketepatan waktu dalam memulai dan mengakhiri perkuliahan. Dan untuk rata-rata penilaian pada ketepatan dosen-dosen di FT. UISU dalam memulai dan mengakhiri kuliah memiliki nilai 3,0574 seperti yang dapat dilihat pada table 5.1. Nilai ini juga merupakan nilai yang baik walaupun masih terdapat dosen-dosen yang tidak tepat waktu dalam memulai dan mengakhiri perkuliahan. Hal ini juga perlu mendapat perhatian bagi pihak pimpinan fakultas agar dapat memberi perhatian bagi dosen-dosen yang tidak disiplin dalam waktu. Pihak pimpinan fakultas harus dapat menimbulkan kembali rasa tanggung jawab yang besar kepada para dosen terhadap mata kuliah yang diasuhnya walau pun memiliki kesibukan yang tinggi. Karena apa bila hal ini terus barlanjut maka tujuan-tujuan dari silabus tidak dapat tercapai apabila waktu perkuliahan semangkin singkat dan tidak sesuai dengan dengan beban sks. Bila waktu perkuliahan semangkin singkat maka materi perkulihan juga akan semakin sedikit. Hal ini juga dapat menurunkan kualitas pendidikan di FT. UISU.
Gambar 5.5 Ketepatan waktu dalam memulai dan mengakhiri perkuliahan
6.      MEMBERIKAN KESEMPATAN BERTANYA DAN MELAYANI PERTANYAAN

Tabel 5.1 menunjukkan sikap dosen dalam memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa memiliki nilai 3.1486 dengan nilai minimum sebesar 2.37 hal ini menunjukkan secara keseluruhan dosen-dosen di FT. UISU memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa dengan baik. Walaupun masih terdapat beberapa dosen yang kurang memberikan pelayanan yang baik terhadap pertanyaan-pertanyaan mahasiswa walaupun jumlahnya kecil seperti yang ditunjukkan pada gambar 5.6. Melayani pertanyaan mahasiswa rupakan suatu cara untuk menambah pemahaman mahasiswa terhadap materi-materi kuliah yang disampaikan. Dalam upaya memberhasilkan KBM di kelas diharapkan para dosen dapat menjadi teman diskusi yang menyenangkan bagi mahasiswa. Sehingga mahasiswa dapat lebih menggali ilmu-ilmu atau hal-hal yang berkaitan dengan materi perkuliahan yang tidak/kurang difahami dan membingungkan bagi mahasiswa.
Gambar 5.6. Memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa

C. PENYELENGGARAAN

7. MENJELASKAN DIAWAL PERKULIAHAN TENTANG TUJUAN PERKULIAHAN, SILABUS REFERENSI & SYSTEM PENILAIAN

Dari table 5.1 dapat kita lihat bahwa penilaian mahasiswa terhadap dosen-dosen di FT. UISU dalam menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan perkulianan, silabus referensi dan system penilaian menunjukkan nilai 3.0257. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan dalam menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan perkuliahan, silabus referensi dan system penilaian secara keluruhan  menunjukkan nilai yang baik. Tapi dari gambar 5.7 dapat kita lihat bahwa beberapa orang dosen masih kurang menjelaskan tentang tujuan perkuliahan, referensi dan system penilaian diawal perkuliahan. Penjelasan ini perlu dilakukan karena dengan menjelaskannya mahasiswa dapat memahami tentang kompetensi yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan mata kuliah ini. Penjelasan tentang silabus dan referensi perlu dijelaskan agar mahasiswa dapat mengetahui tentang tahapan-tahapan materi perkuliahan mulai dari awal hingga akhir semester, sehingga mahasiswa dapat melengkapi dirinya dengan buku yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang materi-materi perkuliahan. System penilaian juga perlu diinformasikan kepada mahasiswa agar mahasiswa dapat mempersiapkan dirinya agar dapat memiliki nilai yang baik pada setiap penilaian-penilaian yang dilakukan oleh dosen yang yang bersangkutan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian bagi pihak fakultas  agar dapat memberikan suatu trainning ulang tentang system penyelenggaraan perkuliahan yang baik agar dapat memberikan penyegaran kepada dosen-dosen di lingkungan FT. UISU agar dapat meningkatkan keterampilan dalam metode pengajaran
Gambar 5.7. Menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan perkuliahan, silabus referensi dan sytem penilaian.
8. KESESUAI KULIAH DENGAN SILABUS
                Dengan menjelaskan silabus diawal perkuliahan dosen juga harus menjadikan silabus sebagai suatu panduan bagi dosen dalam pemberian materi kuliah. Dari table 5.1 dapat dilihat penilaian mahasiswa terhadap kesesuaian kuliah dengan silabus  menunjukkan nilai 3.0272. Secara keseluruhan penilaian terhadap dosen-dosen di FT. UISU menunjukkan nilai yang baik. Dari gambar 5.8 dapat dilihat masih terdapat dosen-dosen yang dinilai materi-materi yang disampaikan dalam perkuliahan kurang sesuai dengan silabus walaupun persentasenya kecil.
Gambar 5.8 Kesesuaian dengan kuliah dengan silabus
9. MEMBERIKAN TUGAS YANG BERMANFAAT

Tabel 5.1 dapat dilihat bahwa dalam memberikan tugas yang bermanfaat penilaian terhadap dosen-dosen di FT. UISU menunjukkan nilai 3.0496. Hal ini menunjukkan nilai yang baik. Dari gambar 5.9 dapat di lihat sebagian besar dosen menunjukkan nilai yang baik walaupun masih terdapat dosen-dosen yang kurang memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa. Tugas-tugas dalam perkuliahan diperlukan untuk memberikan latihan-latihan kepada mahasiswa untuk menambah pemahaman dan kemahirannya terhadapat mata kuliah yang diajarkan.
Gambar 5.9 Memberikan tugas yang bermanfaat
10.    MEMBERIKAN UMPAN BALIK MENGENAI TUGAS/QUIZ/UJIAN

Berdasarkan hasil analisa deskriptif terhadap penilaian mahasiswa terhadap dosen-dosen di FT. UISU dalam memberikan umpan balik mengenai tugas/quiz/ujian diberikan memiliki nilai 2.9843 seperti yang ditunjukkan pada table 5.1. Hal ini merupakan suatu nilai yang hampir mendekati kategori baik.
Gambar 5.10 Memberikan umpan balik mengenai tugas/quiz/ujian
Dari gambar 5.10 juga dapat dilihat masih banyak atau lebih dari 50% dosen-dosen di FT. UISU memiliki nilai dibawah kategori baik. Walaupun untuk pemberian tugas dosen-dosen di FT. UISU tetapi mereka kurang memberikan jawaban atau mengembalikan lembar-lembar tugas/quiz dan ujian kepada mahasiswa sehingga mahasiswa kurang memahami kesalahan-kesalahan yang memereka buat pada lembaran-lembaran tugas tersebut. Hal ini perlu diperhatikan oleh dosen-dosen di FT. UISU agar dapat mengetahui hal yang salah benar dan yang salah pada lembar kerja mereka dapat lebih memahami materi-materi yang telah dipelajarinya.

11. MENGGUNAKAN ALAT BANTU MENGAJAR SEPERTI OHP, INFOCUS DLL

Penilaian mahasiswa terhadap penggunaan alat bantu mengajar seperti OHP dan Infocus memiliki nilai yang kurang yaitu 2.0721 seperti yanga ditunjukkan pada table 5.1. Hal ini menunjukkan bahwa dosen-dosen di FT. UISU masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengajar di depan kelas seperti dengan menuliskan materi-materi perkuliahan di papan tulis. Dengan menggunakan papan tulis akan menyita waktu perkuliahan apalagi bila harus menggambar di papan tulis. Dengan menggunakan alat bantu mengajar seperti seperti OHP dan Infocus dosen dapat menghemat waktu tanpa perlu menyalin ulang. Dosen hanya perlu menyiapan satu bahan dan dapat mengajarkan bahan yang sama dikelas parallel yang lain. Selain itu dengan menggunakan OHP dan Infocus juga dosen dapat memiliki waktu yang lebih lama dalam menerangkan materi-materi kuliah dan diskusi dengan mahasiswa. Kurangnya penggunaan alat Bantu mengajar seperti OHP dan Infocus seperti ini mungkin disebabkan kurangnya keterampilan dosen dalam penggunaan komputer. Hal ini juga perlu mendapat perhatian dari pimpinan fakultas untuk mengadakan suatu tranning dalam penggunaan alat Bantu mengajar.

Gambar 5.11 Menggunakan alat bantu mengajar seperti OHP, Infocus dll.
D. KEBERHASILAN

12. MAHASISWA MENGERTI/MENGUSAI MATERI KULIAH TERSEBUT

Dari gambar 5.12 kita dapat melihat bahwa sebahagian besar penguasaan materi kuliah oleh mahasiswa memiliki penilaian dibawah 3 atau dibawah kategori baik. Penilaian mahasiswa ini juga dapat dilihat pada table 5.1 yang menunjukkan nilai 2.9683 nilai ini merupakan penilaian pemahamannya terhadap materi-materi yang disampaikan oleh dosen-dosen di FT. UISU. Nilai ini merupakan suatu nilai yang sudah dapat dikatakan baik. Tetapi pada gambar 5.12 kita dapat melihat sebahagian besar dosen-dosen memiliki penilaian dibawah kategori baik. Hal ini merupakan suatu hal yang perlu diketahui dan menjadi perhatian bagi dosen-dosen agar lebih memahami kemampuan mahasiswa dalam pemahamannya dan kemampuannya dalam penguasaan materi perkuliahan. Untuk itu diharapkan dosen-dosen di FT. UISU dapat meningkatkan kemampuannya dalam bidang pengajaran. Agar keberhasilan KBM di FT. UISU dapat di tingkatkan sehingga tujuan-tujuan atau kompetensi-kompetensi yang ingin dicapai dapat ditingkatkan.
Gambar 5.12 Mahasiswa mengerti/menguasai materi kuliah tersebut
         
13. MAHASISWA MENGETAHUI MANFAATNYA UNTUK KULIAH-KULIAH BERIKUTNYA ATAU UNTUK DUNIA KERJA

Pengetahuan mahasiswa terhadap manfaat mata kuliah yang disampaikan untuk kuliah-kuliah berikutnya dan manfaat mata kuliah untuk digunakan dalam dunia kerja menunjukkan nilai 2.9677 seperti yang dapat dilihat pada table 5.1. Nilai ini sudah dapat dikategorikan dalam kategori baik, walaupun dari gambar 5.13 kita dapat melihat bahwa masih banya dosen yang memiliki nilai dibawah kategori baik dalam memberikan pemahaman terhadap aplikasi mata kuliah untuk kuliah-kuliah berikutnya dan penggunaan ilmu yang diperolehnya dibangku kuliah untuk digunakan di dunia kerja. Hal ini perlu mendapat perhatian bagi dosen-dosen di FT. UISU agar dapat lebih memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam aplikasi matakuliah untuk dunia kerja dan kuliah-kuliah berikutnya. Untuk itu dosen perlu lebih banyak memberikan studi-studi kasus yang dan menggunakan alat-alat peraga dalam memberikan kuliah-kuliah dikelas sehingga mahasiswa dapat langsung melihat manfaat mata kuliah dalam dunia kerja dan kuliah-kuliah berikutya serta penggunaan ilmu-ilmu yang dipelajarinya dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Suatu KBM dikatakan berhasil apabila mahasiswa dapat mengetahui manfaat mata kuliah yang dipelajarinya dapat berguna didunia kerja.

Gambar 5.13 Mahasiswa mengetahui manfaatnya untuk kuliah-kuliah berikutnya atau dunia kerja.

7.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode analisa deskriptif  yang telah dijalankan untuk melihat gambaran tentang profil dosen FT. UISU dan upaya – upaya yang dilakukannya dalam memberhasilkan KBM dapat disimpulkan:
1.       Penguasaan materi kuliah oleh dosen di FT. UISU menunjukkan nilai yang baik dengan nilai rata-rata 3.2364.
2.       Nilai rata-rata untuk penyampaian kuliah bagi dosen-dosen di FT. UISU memiliki nilai 3,0819 yang berarti memiliki nilai yang baik dengan nilai minimum sebesar 2,37.
3.       Nilai rata-rata untuk penilaian mahasiswa terhadap persiapan dosen didalam penyelenggaraan perkuliahan adalah 3.0926. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan persiapan dosen-dosen di FT. UISU dalam penyelenggaraan kuliah memiliki nilai yang baik.
4.       Penilaian untuk kehadiran dosen pada waktu yang direncanakan untuk keseluruhan dosen-dosen di FT. UISU menunjukkan nilai 3.0254. Nilai ini sudah merupakan nilai yang baik secara keseluruhan.
5.       Penilaian pada ketepatan dosen-dosen di FT. UISU dalam memulai dan mengakhiri kuliah memiliki nilai 3,0574. Nilai ini juga merupakan nilai yang baik.
6.       Sikap dosen dalam memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa memiliki nilai 3.1486, hal ini menunjukkan secara keseluruhan dosen-dosen di FT. UISU memberikan kesempatan bertanya dan melayani pertanyaan mahasiswa dengan baik.
7.       Penilaian mahasiswa terhadap dosen-dosen di FT. UISU dalam menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan perkulianan, silabus referensi dan system penilaian menunjukkan nilai 3.0257. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan dalam menjelaskan diawal perkuliahan tentang tujuan perkuliahan, silabus referensi dan system penilaian secara keluruhan  menunjukkan nilai yang baik.
8.       Penilaian mahasiswa terhadap kesesuaian kuliah dengan silabus  menunjukkan nilai 3.0272. Secara keseluruhan penilaian terhadap dosen-dosen di FT. UISU menunjukkan nilai yang baik.
9.       Dalam memberikan tugas yang bermanfaat penilaian terhadap dosen-dosen di FT. UISU menunjukkan nilai 3.0496. Hal ini menunjukkan nilai yang baik.
10.    Berdasarkan hasil analisa deskriptif terhadap penilaian mahasiswa terhadap dosen-dosen di FT. UISU dalam memberikan umpan balik mengenai tugas/quiz/ujian diberikan memiliki nilai 2.9843. Hal ini merupakan suatu nilai yang hampir mendekati kategori baik.
11.    Penilaian mahasiswa terhadap penggunaan alat bantu mengajar seperti OHP dan Infocus memiliki nilai yang kurang yaitu 2.0721 (kurang baik). Hal ini menunjukkan bahwa dosen-dosen di FT. UISU masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengajar di depan kelas seperti dengan menuliskan materi-materi perkuliahan di papan tulis.
12.    Penilaian mahasiswa dalam penguasaannya  terhadap materi-materi kuliah menunjukkan nilai 2.9683. Nilai ini merupakan suatu nilai yang sudah dapat dikatakan baik atau mendekati kategori baik..
13.    Pengetahuan mahasiswa terhadap manfaat mata kuliah yang disampaikan untuk kuliah-kuliah berikutnya dan manfaat mata kuliah untuk digunakan dalam dunia kerja menunjukkan nilai 2.9677. Nilai ini sudah dapat dikategorikan dalam kategori baik atau hampir mendekati baik.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Rohani et,all. 1995. Pengelolaan pengajaran, Jakarta: Reneka Cipta.

Amidjaja, Dodu Tisna. 1980. Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Depdikbud.

Darwin, 1990, Tinjauan Tentang Keberhasilan Program Matrikulasi Praktek Workshop Jurusan PT Bangunan FPTK IKIP Padang. FPTK IKIP Padang.

Natawidjaja, Rohman. 1981. Pendidikan Guru Berdasarkan Kompetensi. P3G. Jakarta: Depdikbud.

Syaiful, Bahri Djamarah, Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar-Mengajar. Renika Cipta

Sudjana, Nana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Tjipto, Utamo, Kees Ruister. 1994. Peningkatan dan pengembangan Pendidikan, Jakarta PT. Gramedia Pustaka Utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar