PENELITIAN TERHADAP PENGARUH KEUNGGULAN
PRODUK TERHADAP MINAT KARYAWAN MENJADI PESERTA ASKES.
Silvi Ariyanti
Jurusan
Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara, Jl.
Sisingamangaraja, Medan
Abstrak
Di dalam perkembangan bisnis
jasa di Indonesia banyak perusahaan yang dituntut untuk terus berkembang
mengikuti perubahan situasi dan kondisi yang ada. Salah satu bisnis jasa yang
juga turut berkembang adalah jasa asuransi kesehatan. PT. Asuransi Kesehatan (ASKES)
adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Jasa
Asuransi Kesehatan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa
besar pengaruh keunggulan produk terhadap minat konsumen menjadi peserta ASKES.
Pengumpulan dan dilakukan dalam 3 tahapan yaitu pembuatan kuesioner, pembagian
kuesioner dan pengumpulan data. Metode pengolahan data yang dilakukan adalah
dengan menggunakan analisa statistik yaitu Korelasi linear. Dari penelitian ini
diperoleh kesimpulan: semakin karyawan merasakan manfaat, semakin sesuai produk
ASKES terhadap karyawan, semakin banyak penambahan fasilitas, semakin unggul
produk, semakin mudah penggunaan produk, semakin dirasakan diversifikasi produk
dan semakin karyawan merasa perlu terhadap diversifikasi produk dari produk ASKES
maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES.
Kata-kata kunci:
Keunggulan, Diversifikasi, Korelasi
Linier
Abstract
In growth of
service business in Indonesia a lot of company claimed to be non-stoped to to
expand to follow the the change of situation existing condition and. One of
service business which also partakes to expand is service of health insurance.
PT. Health Insurance kes (ASKES) is a company Effort Publik Ownwrship (BUMN)
which is active in Service of Health Insurance. As for internal issue formula
this research is how big influence of product excellence to consumer enthusiasm
become the competitor ASKES. Gathering and [done/conducted] in three steps that
is making kuesioner, division of quitionaires and data collecting. Method of
data processing taken by using statistical analysis that is linear Correlation.
From this research is obtained by a conclusion: progressively employees feel
the benefit, progressively according to product ASKES to employees, more and
more facility addition, progressively exeed the product, progressively easy to
product use, is progressively felt by a product diversification and progressively
employees feel important to product diversification from product ASKES hence
progressively employees enthusiasm become the competitor ASKES
Keywords: Excellence,
Diversified, Linear Correlation
Pendahuluan
Di dalam perkembangan bisnis jasa di
Indonesia banyak perusahaan yang dituntut untuk terus berkembang mengikuti
perubahan situasi dan kondisi yang ada. Salah satu bisnis jasa yang juga turut
berkembang adalah jasa asuransi kesehatan. PT. Asuransi Kesehatan (Persero)
atau PT. ASKES (Persero) adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
bergerak di bidang Jasa Asuransi Kesehatan. PT. ASKES Cab. Medan dalam menghadapi persaingan yang semakin berat,
harus menentukan langkah terbaik. Prosedur pembayaran premi yang mudah, cepat
serta penerapan diversifikasi produk merupakan faktor yang harus diperhatikan,
untuk menarik minat masyarakat menjadi peserta ASKES.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah seberapa besar pengaruh keunggulan produk terhadap minat konsumen menjadi
peserta ASKES.
Batasan
Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah:
Produk yang dijadikan objek penelitian hanyalah tipe ASKES Blue.
Pengertian
Asuransi
Pengertian
asuransi dalam Undang-Undang Hukum Dagang Perniagaan berbunyi sebagai berikut (Satria, 1994) :” Asuransi
atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dimana penanggung dengan mendapat
premi, mengikat dirinya pada tertanggung untuk mengganti kerugian karena
kehilangan, kerugian atau tidak didapatnya keuntungan yang diharapkan, yang
dapat diderita, karena suatu hal yang tidak dapat diketahui lebih dahulu”.
Jenis
Produk
Berdasarkan ruang lingkup pelayanan, fasilitas
kesehatan dan wilayah pelayanan yang dipilih, PT. ASKES (Persero) Cabang Utama
Medan menjual produk sebagai berikut:
1. ASKES Gold
a. Berlaku Nasional
b. Ruang lingkup pelayanan:
Paket Standard Plus
c. Fasilitas kesehtan: Rumah
Sakit yang ditunjuk PT. ASKES (Persero) di seluruh Indonesia.
2. ASKES Silver
a. Berlaku Nasional
b. Ruang Lingkup pelayanan:
Paket Standar
c. Fasilitas Kesehatan:
Rumah sakit yang ditunjuk oleh PT. ASKES (Persero) diseluruh Indonesia.
3. ASKES Blue
a. Berlaku Regional
b. Ruang lingkup pelayanan:
sesuai kesepakatan antara peserta dengan PT. ASKES (Persero) Regional atau
Cabang
c. Fasilitas Kesehatan:
Rumah Sakit yang ditunjuk oleh PT. ASKES
4. ASKES Alba
a. Berlaku Lokal
b. Ruang lingkup pelayanan:
sesuai kesepakatan antara peserta dengan PT. ASKES (Persero) Regional atau PT. ASKES
(Persero) Cabang setempat.
c. Fasilitas Kesehatan:
Rumah sakit yang ditunjuk oleh PT. ASKES
Diversifikasi Produk
Diversifikasi produk adalah upaya
perusahaan untuk meningkatkan penjualan melalui penganekaragaman produk, yang
dapat dilakukan melalui pengembangan produk yang sudah ada.
Menurut Tjiptono (1997: 132)
Diversifikasi produk adalah upaya mencari dan mengembangkan produk atau pasar
yang baru, atau keduanya dalam rangka mengejar pertumbuhan, peningkatan
penjualan, profitabilitas dan fleksibilitas.
Pengertian
Pelayanan
Menurut
Adrian, pelayanan secara umum adalah rasa menyenangkan yang diberikan kepada
orang lain disertai kemudahan- kemudahan dan memenuhi segala kebutuhan mereka.
Minat
Menjadi Peserta
Untuk
menarik orang agar mengikuti sistem keanggotaan suatu organisasi,
mempertahankan agar mereka datang mendaftarkan diri terutama kerena termotivasi
oleh program pemasaran organisasi tersebut yang menjanjikan sesuatu yang
menarik, maka organisasi atau perusahaan perlu memberi imbalan bagi mereka.
Kepuasan Peserta dan Kualitas Jasa.
Menurut
Kotler, dari keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, pada
akhirnya akan bermuara pada nilai yang akan diberikan oleh peserta mengenai
kepuasan yang dirasakan. Kepuasan merupakan tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan
hasil perbandingan atas kinerja produk/ jasa yang diterima dan yang diharapkan.
Dalam era globalisasi ini, perusahaan akan selalu menyadari akan pentingnya
faktor peserta.
Metode Penelitian
Pengumpulan
Data
Pengumpulan
dan dilakukan dalam 3 tahapan yaitu pembuatan kuesioner, pembagian kuesioner
dan pengumpulan data. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner disusun berdasarkan
variable penelitian yang akan diukur.
Dalam
pembuatan quisioner yang dilihat pertanyaanpertanyaan yang diajukan mengacu
kepada tiga bahagian yaitu:
·
Pertanyaan
1,2,3,4 dan 5 dikorelasikan dengan Y1 (Fasilitas) yaitu Apakah anda
berminat menjadi peserta ASKES dengan fasilitas yang ditawarkan kepada anda.
· Pertanyaan 6,7,8,9 dan 10 dikorelasikan dengan Y2
(Manfaat) yaitu Apakah anda berminat menjadi peserta ASKES karena manfaat dari
produk yang ditawarkan kepada anda.
Pengujian Data
·
Uji Validitas
Analisa
validitas dengan menggunakan rumus korelasi product
moment. Item pertanyaan atau pertanyaan dianggap valid jika mempunyai nilai
r hitung yang lebih besar dari r standard.
Pengujiaan
validitas dimaksudkan untuk mengetahui konsistensi internal dengan cara
mengkorelasi tiap skor total, hal ini berdasarkan asumsi menggunakan korelasi product moment, terhitung
dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
r =
Koefisien korelasi antara variabel X dan Y
x = Variabel bebas ( tidak terikat )
y = Variabel tidak bebas ( terikat )
n = Jumlah sampel
Nilai
r atau koefisien korelasi yang telah diperoleh pada hasil analisis korelasi
masih perlu diuji signifikansinya. Pengujian koefisien korelasi ini dapat
dilakukan dengan nilai Probabilitas. Apabila suatu korelasi memiliki nilai
probabilitas kurang dari 0,05 atau p < 0,05; maka hubungan korelasi tersebut
adalah signifikan.
Koefisien
korelasi memiliki tiga ketentuan penting, yaitu sebagai berikut :
1. Koefisien korelasi dapat bernilai positif atau
negatif, tetapi tanda positif dan negatif tersebut khusus menunjukkan arah
hubungan, bukan kekuatan hubungan.
2. Range koefisienkorelasi dimulai dari 0 sampai ± 1, atau
dapat dinotasikan -1 ≤ r ≤ 1.
3. Nilai koefisien korelasi dapat diinterpretasi secara
simetris. Koefisien korelasi antara variabel X dengan Y adalah sama dengan
koefisien korelasi antara variabel Y dengan X.
Hasil Dan Pembahansan
Bila
nilai r hitung sama atau lebih besar dari nilai tabel maka hipotesisnya
diterima atau nilai korelasinya signifikan, selanjutnya bila nilai r hitung
lebih kecil dari nilai tabel maka hipotesis yang diajukan ditolak. Seperti
terlihat dalam Tabel 1 dibawah ini:
Tabel 1
Reliability Statistics
|
Cronbach's Alpha
|
N of Items
|
|
.844
|
21
|
Pada Tabel 2 kolom Corrected Item-Total Correlation menjelaskan tentang valid tidaknya pertanyaan
yang diberikan oleh responden berdasarkan nilai tabel r. sedangkan nilai tabel
r adalah 0,294 dan pada kolom Corrected Item-Total Correlation tidak ada
pertanyaan yang mempunyai nilai lebih kecil dari 0,294 maka semua pertanyaan
dinyatakan valid.
Tabel 2
Item total statistics
|
Pertanyaan
|
Scale Mean if Item Deleted
|
Scale Variance if Item Deleted
|
Corrected Item-Total Correlation
|
Cronbach's Alpha if Item Deleted
|
|
Manfaat
produk
|
50.13
|
46.288
|
.690
|
.824
|
|
Kesesuaian
produk dengan kebutuhan
|
50.30
|
47.040
|
.778
|
.823
|
|
Penambahan
fasilitas
|
50.28
|
46.944
|
.713
|
.825
|
|
Keunggulan
produk
|
50.47
|
48.254
|
.608
|
.830
|
|
Kemudahan
produk
|
50.15
|
47.303
|
.787
|
.824
|
|
Kebaikan
produk
|
50.32
|
46.918
|
.749
|
.824
|
|
Keunggulan
diversivikasi produk
|
50.38
|
48.807
|
.605
|
.831
|
|
Alternatif
pilihan
|
50.51
|
48.690
|
.643
|
.830
|
|
Kepuasan
terhadap produk
|
50.11
|
50.401
|
.352
|
.840
|
|
Kebutuhan
diversivikasi produk
|
49.62
|
48.720
|
.445
|
.836
|
|
Manfaat
|
50.13
|
49.070
|
.620
|
.831
|
|
Fasilias
|
50.06
|
49.235
|
.488
|
.834
|
Tabel 3
Hubungan variabel X minat menjadi peserta ASKES dalam hal manfaat (Y)
|
|
Manfaat
|
|
|
Manfaat
produk
|
Pearson
Correlation
|
.395(**)
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.006
|
|
|
N
|
47
|
|
Kesesuaian
dengan kebutuhan
|
Pearson
Correlation
Sig
(2-tailed)
N
|
.529(**)
.000
47
|
|
Penambahan
fasilitas
|
Pearson
Correlation
|
.445(**)
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.002
|
|
|
N
|
47
|
|
Keunggulan
produk
|
Pearson
Correlation
|
.332(*)
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.023
|
|
|
N
|
47
|
|
Kemudahan
produk
|
Pearson
Correlation
|
.611(**)
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.000
|
|
|
N
|
47
|
**
Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*
Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Dari
perhitungan diatas diketahui keterkaitan antara variabel manfaat dengan
pertanyaan Apakah anda berminat menjadi
peserta ASKES karena manfaat dari produk yang ditawarkan kepada anda adalah :
· Dari Pertanyaan Apakah produk ASKES yang anda gunakan bermanfaat bagi
anda, dikorelasikan dengan manfaat memiliki hubungan yang positif dengan nilai
korelasi 0,395. Hal ini berarti dirasakan manfaat dari ASKES bagi konsumen maka
semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES. Korelasi memilki hubungan yang
lemah dengan nilai
probabilitasnya adalah 0,006 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
· Dari pertanyaan apakah produk yang diberikan kepada
anda sesuai dengan kebutuhan anda, dikorelasikan dengan manfaat memiliki
hubungan yang positif. Semakin sesuai kebutuhan yang didapai dari produk ini
maka semakin besar minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi
0,592. Korelasi memiliki hubungan yang kuat. Nilai probabilitasnya adalah 0,000 karena
probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
· Dari pertanyaan apakah perlu penambahan fasilitas
terhadap produk yang anda gunakan dikorelasikan dengan manfaat memiliki
hubungan yang postif. Semakin banyak fasilitas yang didapati maka semakin minat
karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,445. Korelasi memiliki
hubungan yang kuat. Nilai
probabilitasnya adalah 0,002 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
· Pertanyaan apakah produk yang anda gunakan mempunyai
keunggulan, dikorelasikan dengan manfaat memiliki hubungan yang postif. Semakin
banyak keunggulan kartu ASKES maka semakin minatlah karyawan menjadi peserta ASKES
dengan nilai korelasi 0,332. Korelasi memiliki hubungan yang lemah. Nilai probabilitasnya adalah
0,023 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
· Dari pertanyaan apakah anda mudah dalam menggunakan
produk ini dikorelasikan dengan manfaat memiliki hubungan yang postif. Semakin
mudah dalam menggunakan kartu ini maka semakin minat karyawan menjadi peserta
dengan nilai korelasi 0,611. Korelasi memiliki hubungan yang kuat. Nilai probabilitasnya adalah
0,000 karena probabilitas < 0,05 maka Ho terima.
Dari perhitungan pada table 4 diketahui keterkaitan antara
variabel fasilitas dengan pertanyaan Apakah
anda berminat menjadi peserta ASKES dengan fasilitas yang ditawarkan kepada
anda adalah :
· Dari pertanyaan apakah produk–produk yang ditawarkan selama ini baik,
dikorelasikan dengan fasilitas memiliki
hubungan semakin baik produk yang diberikan maka semakin minat karyawan menjadi
peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,271. Korelasi memiliki hubungan yang
lemah. Nilai
probabilitasnya adalah 0,065 karena probabilitas > 0,05 maka Ho ditolak.
· Dari pertanyaan apakah keuntungan dari diversifikasi
produk dapat anda rasakan secara langsung dikorelasikan dengan fasilitas
memiliki hubungan yang positif. Semakin banyak keuntungan yang diperoleh secara
langsung dari penggunaan kartu ini maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES
dengan nilai korelasi 0,296. Korelasi memiliki hubungan yang lemah. Nilai probabilitasnya adalah
0,043 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
· Dari pertanyaan apakah dengan adanya diversifikasi
produk memberikan alternatif pilihan pada anda, dikorelasikan dengan fasilitas
memiliki hubungan yang postif. Semakin banyak pilihan dari fasilitas yang
diberikan maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai
korelasi 0,246. Korelasi memiliki hubungan yang lemah. Nilai probabilitasnya adalah 0,095 karena
probabilitas > 0,05 maka Ho ditolak.
· Dari pertanyaan apakah anda merasa puas dengan produk
yang ditawarkan selama ini, dikorelasikan dengan fasilitas memiliki hubungan
yang postif. Semakin puas peserta dalam mendapati fasilitas yang diberikan maka
semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,116. Ini
berarti korelasi memiliki hubungan yang sangat lemah. Nilai probabilitasnya adalah 0,437 karena
probabilitas > 0,05 maka Ho ditolak.
· Pertanyaan 10 yaitu Apakah perlu diversifikasi produk
yang baru dengan fasilitas memiliki hubungan yang postif. Semakin banyak
penganekaragaman dalam hal fasilitas maka semakin minat karyawan menjadi
peserta ASKES dengan nilai korelasi 0,378. Korelasi memiliki hubungan yang
lemah. Nilai
probabilitasnya adalah 0,009 karena probabilitas < 0,05 maka Ho diterima.
Tabel 4
Hubungan variabel X dengan minat menjadi peserta ASKES dalam hal fasilitas (Y)
|
|
Fasilitas
|
|
|
Kebaikan
produk
|
Pearson
Correlation
|
.271
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.065
|
|
|
N
|
47
|
|
Keunggulan
diversivikasi produk
|
Pearson
Correlation
Sg. (2-tailed)
N
|
.296(*)
.043
47
|
|
Alternatif
pilihan
|
Pearson
Correlation
|
.246
|
|
|
Sig.
(2-tailed)
|
.095
|
|
|
N
|
47
|
|
Kepuasan
terhadap produk
|
Pearson
Correlation
Sig.
(2-tailed)
|
.116
.437
|
|
|
N
|
47
|
|
Kebutuhan
diversivikasi produk
|
Pearson
Correlation
Sig.
(2-tailed)
|
.378(**)
.009
|
|
|
N
|
47
|
** Correlation is significant at the 0.01 level
(2-tailed).
* Correlation is significant at the 0.05 level
(2-tailed).
Kesimpulan
Dari
pengolahan data yang telah di lakukan pada bab sebelumnya, maka dapat
disimpulkan bahwa :
a) Semakin karyawan merasakan manfaat kartu ASKES bagi
dirinya maka semakin berminat mereka menjadi peserta ASKES.
b) Semakin sesuai produk ASKES terhadap karyawan maka
semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES.
c) Semakin banyak penambahan fasilitas ASKES maka semakin
berminat karyawan menjadi peserta ASKES.
d) Semakin unggul produk ASKES maka semakin berminat
karyawan menjadi peserta ASKES.
e) Semakin mudah penggunaan produk ASKES maka semakin
berminat karyawan menjadi peserta ASKES,.
f) Semakin diversifikasi produk dirasakan karyawan maka
semakin berminat karyawan menjadi peserta ASKES.
g) Semakin karyawan merasa perlu terhadap diversifikasi
produk maka semakin minat karyawan menjadi peserta ASKES.
Daftar Acuan
Arikuntoro
Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktek, Edisi
Revisi, Rineke Cipta, Jakarta.
Fandy
Tjiptono, 1997, Strategi Pemasaran, Edisi
Kedua, Andi, Jakarta.
Kuncoro Mudrajad, 2003, Metode Riset
Untuk Riset Bisnisdan Ekonomi, Erlangga, Jakarta.
Komersial Divisi, 2006, Pedoman Penyelenggaraan
ASKES Komersial, PT. ASKES, Jakarta.
Komersial Divisi, 2006, Pedoman Pelayanan
Kesehatan Peserta ASKES Komersial, PT. ASKES, Jakarta.
Triton P. B, 2006, SPSS 13.0
Terapan, Andi, Yogyakarta.
Vincent Gaspersz,
1998, Production Planning and Inventory
Control, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar