PERBANDINGAN PROSES PENGEMBANGAN PRODUK
BARU PADA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH YANG TERDAPAT DI DELI SERDANG DAN MALAYSIA
Silvi Ariyanti
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas
Islam Sumatera Utara,
Jl. Sisingamangaraja, Medan
Abstrak
Negara yang sedang mengalami keterpurukan dalam bidang ekonomi seperti Indonesia akan bangkit bahkan menjadi negara
maju dalam bidang perindustrian apabila perusahaan-perusahaan lokal terus berusaha untuk memperbaiki produk yang telah
ada, sehingga kita dapat mengalahkan produk-produk luar yang sekarang ini sedang merajai pasaran dalam negri dan pasaran
dunia. Penelitian ini dilaksanakan dengan membandingkan pelaksanaan proses pengembangan produk baru antara industri-
industri kecil dan menengah yang terdapat di Malaysia dan yang terdapat di Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam
memperoleh data dalam penelitian ini adalah metode survei dan metode analisa yang digunakan dalam analisa data adalah
analisa korelasi linier. Hasil dari analisa korelasi untuk industri-industri yang terdapat dimalaysia menunjukkan bahwa hanya
tahapan kegiatan disain dan pengembangan produk merupakan kegiatan yang memiliki korelasi positip terhadap keberhasilan
produk baru dipasaran. Sedangkan untuk industri-industri yang terdapat di Deli Serdang tahapan kegiatan proses
pengembangan produk baru yang memiliki korelasi positif dengan keberhasilan produk baru dipasaran adalah penyaringan ide,
perkiraan pasaran dan analisa bisnis dan keuangan. Sedangkan konsumen mencoba sampel produk memiliki korelasi negatif
terhadap keberhasilan produk baru dipasaran.
Kata-kata kunci: Pengembangan
Produk, Korelasi , dan ide.
Abstract
Countries that are experiencing
deterioration in the economic field, such as Indonesia will rise even to
developed countries in the fields of industry where local companies continue to
strive to improve existing products, so that we can beat out products that are
currently ruled the domestic market and the world market. This research is
conducted by comparing the implementation of new product development process
between small industries and medium contained in Malaysia and listed in Deli
Serdang. The method used in obtaining the data in this research is method of
survey and analysis methods used in data analysis is a linear correlation
analysis. Results of correlation analysis for the industries that have shown
that only dimalaysia stage design activities and product development is an
activity that has a positive correlation to the success of new products in the
market. As for industries located in Deli Serdang stages of new product
development process that has a positive correlation with the market success of
new products is the filtration of ideas, estimates the market and business
analysis and finance. While consumers try a product sample has a negative
correlation to the success of new products in the market.
Keywords: Product
Development, Correlation, and Idea
Pendahuluan
Persaingan industri yang sangat ketat menjadikan
industri di semakin canggih dan inovatif. Dalam usaha meningkatkan persaingan
sebuah industri akan selalu melaksanakan penelitian dan pengembangan agar dapat
menghasilkan produk baru dan memperbaiki produk yang telah ada. Oleh karena
itu, merancang dan mengembangkan produk secara terus menerus adalah merupakan
tanggung jawab manajemen didalam perusahaan.
Negara yang sedang mengalami keterpurukan dalam
bidang ekonomi seperti Indonesia akan bangkit bahkan menjadi negara maju dalam
bidang perindustrian apabila perusahaan-perusahaan lokal terus berusaha untuk
memperbaiki produk yang telah ada, sehingga kita dapat mengalahkan
produk-produk luar yang sekarang ini sedang merajai pasaran dalam negri dan
pasaran dunia.
Penelitian ini dilaksanakan dengan membandingkan
pelaksanaan proses pengembangan produk baru antara industri-industri kecil dan
menengah yang terdapat di Malaysia
dengan pelaksanaan proses pengembangan produk pada industri-industri yang
terdapat di Deli Serdang.
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah: mengetahui aktivitas-aktivitas apakah yang paling mempengaruhi
terhadap keberhasilan dalam pelaksanaan pengembangan produk baru pada kedua
wilyah yang menjadi lokasi penelitian.
Definisi
Pengembangan Produk
Pengembangan produk adalah suatu aktivitas yang
penting yang diperlukan oleh sebuah industri untuk menghasilkan suatu produk
baru yang dapat memenuhi ciri-ciri produk yang menjadi harapan konsumen dan
untuk memenangkan persaingan dipasaran.
Ulrich dan Eppinger (2000) berpendapat pengembangan
produk baru adalah suatu aktivitas yang melibatkan berbagai disiplin ilmu yang
memerlukan sumbangan dari seluruh fungsi didalam perusahaan. Tiga fungsi utama dalam
tim pengembangan produk baru adalah pemasaran, disain dan produksi.
Produk baru dapat dibagi dalam lima kategori (Crawford, 1996) yaitu: produk
baru didunia, produk baru dipasaran, produk baru diperusahaan, perbaikan produk
yang telah ada dan penempatan kembali posisi produk (produk ditargetkan untuk
konsumen tertentu).
Proses Pengembangan Produk
Proses pengembangan produk merupakan faktor yang paling menentukan dalam keberhasilan dari suatu pengembangan produk baru. Ini karena proses pengembangan produk baru melibatkan aktivitas dan keputusan-keputusan serta waktu yang diperlukan mulai dari ide sampai produk dilancarkan ke pasaran (Craig & Hart, 1992). Proses pengembangan produk baru itu sendiri melibatkan banyak disiplin ilmu yang dipadukan dengan masukan-masukan dari bahagian pemasaran, teknik, penelitian & pengembangan dan produksi (Cooper, 1983). Untuk menghasilkan produk yang baik proses pengembangan produk juga harus didukung dengan teknologi yang sesuai dan efektif. Dan dengan menggunakan teknik teknik baru untuk mempersembahkan produk yang berkualitas, dipercayai dan juga untuk memperbaiki ciri-ciri teknikal dari sebuah produk (Karlsson, 1997).
Tahapan-tahapan
aktivitas dalam model proses pengembangan produk baru ini terdiri dari:
Penyaringan
Ide Awal
Ide
yang telah dicetuskan dipilih dan disaringa berdasarkan keperluan konsumen,
strategi dan teknologi. Ini karena ide, pemasaran, strategi dan teknologi
merupakan faktor yang penting dalam pengembangan produk baru (Rosenau, 1999).
Dalam penyaringan ide penglibatan tenaga pemasaran, calon konsumen, distributor,
tenaga R&D dan tenaga keuangan sangat diperlukan. Ini karena mereka
memiliki informasi yang diperlukan dalam penyaringan ide. Sumbangan dari
berbagai pihak akan menjadikan ide yang akan dipilih adalah ide yang sesuai
dengan strategi produk, keperluan konsumen, dapat memenangkan persaingan,
produk yang berteknologi tinggi dan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Penaksiran
Awal Pasaran
Setelah ide
produk baru dipilih langkah berikutnya adalah penilaian awal pasaran. Langkah
ini melibatkan penelitian pasaran yang singkat dan sederhana (Cooper, 1993). Langkah
ini dilakukan untuk mengetahui ukuran pasaran, pertumbuhan pasaran, persaingan
dipasaran dan tingkatan pasaran yang ingin dicapai. Hal ini dilakukan agar
produk yang diusulkan dapat diterima dipasaran dan untuk mengetahui sistem
penjualan, promosi dan sistem pendistribusian produk yang akan diambil.
Penaksiran
Awal Teknikal
Langkah
ini dilakukan untuk mengetahui apakah teknologi yang telah ada di dalam perusahaan
mampu menghasilkan produk baru yang sesuai dengan konsep ide. Pertanyaan penting
yang harus ditanya adalah mengenai kemampuan produk untuk diproduksi dan
berfungsi seperti yang diinginkan dari segi teknikal, seperti: dapatkan dia
dikembangkan?, berapakah kosnya?, berapa lama waktu yang akan digunakan?,
dapatkah ia diproduksi?, sumber-sumber apakah yang akan diperlukan?, masalah
jenis apakah yang akan dihadapi?
Riset
Pasar
Riset pasar adalah kunci keberhasilan dalam pengembangan produk baru.
Informasi yang diperoleh dari riset pasar sangat berguna dalam proses produksi
produk baru.
Riset pasar ini dilakukan untuk (Cooper, 1988): mengetahui kebutuhan
dan keinginan konsumen, mengetahui bagaimana ciri-ciri produk yang digunakan
oleh konsumen pasa saat sekarang ini, mengetahui apa yang disukai dan yang
tidak disukai terhadap produk yang terdapat di pasaran, memperoleh daftar
tingkatan produk pesaing dari yang paling disukai sampai yang paling tidak
disenangi, dan memperoleh gambaran tentang ciri-ciri konsumen.
Analisis Bisnis/Keuangan
Analisis kewangan dilakukan untuk
mengetahui apakah kewangan perusahaan mampu untuk melaksanakan pengembangan
produk baru yang diusulkan. Keadaan keuangan perusahaan dapat diketahui dengan
melakukan enam metode perbandingan yaitu: perbandingan cepat (Quick ratio),
perputaran harta (Asset turnover), perbandingan investasi modal (Capital
expenditure ratio), perbandingan perputaran bahan (The inventory turnover
ratio), perbandingan hutang piutang (Debt to capital), dan waktu yang dibayar
(Time interest earned/TIE).
Keuangan perusahaan yang kuat sangat menjamin proyek pengembangan produk baru
dapat berjalan dengan baik dengan menghasilkan produk baru dengan kualitas yang
baik dan memiliki daya saing akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
Pengembangan
Produk
Pengembangan
produk yang sebenar bermula pada tahapan dan teknikal akan terlibat secara
langsung dalam pengembangan produk. Sebuah prototype biasanya terhasil pada tahap ini.
Pengujian
di Dalam Perusahaan
Pengujian terhadap prototype di dalam laboratorium perusahaan
(in house testing) melibatkan pengkajian produk dengan berbagai pengujian dalam
keadaan terkendali untuk memastikan tidak ada kesalahan teknikal yang wujud.
Konsumen
Mencoba Produk Baru
Setelah
pengujian prototype dilaksanakan di dalam perusahaan, maka konsumen diminta
untuk mencoba menggunakan prototype produk yang dihasilkan. Konsumen diminta
pendapatnya terhadap prototype produk yang telah dihasilkan, apakah produk
tersebut telah memenuhi harapan mereka. Percobaan ini juga dilakukan untuk
mengetahui kecacatan dan hal-hal yang perlu diperbaiki dan untuk mengetahui
apakah konsumen dapat menerima produk baru seperti yang diharapkan.
Percobaan
Produksi
Proses produksi produk baru dicoba untuk
dilaksanakan di dalam perusahaan. Percobaan produksi ini menggunakan kemudahan,
bahan dan metode-metode pendistribusian yang telah didesain dan juga
menggunakan tenaga kerja mendapat pelatihan. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul
sebelum produksi yang sebenar dilaksanakan.
Analisa
Bisnis Sebelum Komersialisasi
Tahapan ini merupakan analisa bisnis dan
keuangan yang terakhir sebelum produk baru dilancarkan kepasaran (Cooper,
1993). Analisa bisnis dilakukan untuk memberikan kepastian kepada perusahaan
apakah produk baru yang telah dibuat dapat mendatangkan keuntungan kepada
perusahaan. Analisa ini berdasarkan pada data keuangan yang tepat dari
percobaan produksi. Dalam langkah ini informasi tentang ekonomi dan bisnis
diperlukan untuk menjamin produk baru berhasil di pasaran.
Produksi Dimulai
Produksi dimulai jika tim proyek telah
mampu membuat dan menghantar produk kepada konsumen dengan produk yang telah
memenuhi nilai-nilai yang diharapkan konsumen. Waktu proses pengembangan produk
yang singkat dan pembaikan kualitas produk untuk menghasilkan produk unggulan
merupakan hal yang paling penting di dalam persaingan.
Launching Produk
Launching produk merupakan bahagian
penting dalam pemasaran produk baru. Pada saat inilah produk baru mulai
dipasarkan. Untuk memasarkan produk baru rencana pemasaran produk harus meliputi
semua aspek pemasaran.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam memperoleh data dalam kajian ini adalah dengan mengirim borang quisioner kepada 200 industri kecil dan menengah yang terdapat di Malaysia dan 200 industri kecil dan menengah yang terdapat di Deli Serdang yang telah dipilih secara acak. Data yang telah diperoleh dari balasan dalam penelitian ini data yang diperoleh merupakan data yang berkualitas dan dapat dipercayai karena balasan yang diberikan bersumber dari pimpinan, kepala bahagian pengembangan produk dan kepala bahagian R&D. Analisa dilakukan dengan menggunakan metode analisa statistik yaitu analisa korelasi linear. Korelasi linear berfungsi untuk melihat hubungan antara tahapan-tahapan proses pengembangan produk baru dengan produk baru yang berhasil di pasaran. Korelasi Pearson digunakan dalam analisa penelitian ini. Kerana hubungan korelasi yang ingin dilihat adalah hubungan antara pasangan variable independent (X) dan variabel dependent (Y) (Nazir, 1983). Pada analisa ini yang menjadi variable independent ialah tahapan-tahapan proses pengembangan produk baru. Sementara variabel dependent yaitu produk baru yang telah dibangun oleh responden yang telah berhasil di pasaran. Dari kedua hasil analisa korelasi tersebut dilakukan perbandingan untuk dapat mengetahui tahapan-tahapan proses yang sesuai untuk digunakan di masing-masing lokasi.
Pada penelitian ini uji hipotesis yang digunakan adalah uji satu arah dengan tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%. Ini berarti α=1-95% maka α=0,05. Dan pada umumnya area penolakan akan memenuhi syarat jika kemungkinan untuk melakukan kesalahan tidak melebihi α, maka nilai α0 yang diterima adalah α0 < 0,05 (Walpole, 1988).
Hasil Penelitian
Dari hasil perhitungan korelasi pada pada tahapan-tahapan proses pengembangan produk baru pada industri-industri kecil dan menengah yang terdapat di Malaysia seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1 menunjukkan bahwa hanya tahapan kegiatan disain dan pengembangan produk merupakan kegiatan yang memiliki korelasi positip terhadap keberhasilan produk baru dipasaran dan hipotesa ini dapat diterima karena memiliki tingkat kepercayaan kurang dari 0,05.
Tabel 1. Aktivitas pengembangan produk baru pada industri-industri yang terdapat di
Malaysia
Tahapan proses PPB
|
Correlation
|
Significant
|
Penyaringan Ide
|
0,190
|
0,130
|
Penaksiran Awal Pasaran
|
-0,038
|
0,441
|
Penaksiran Awal Teknikal
|
0,118
|
0,244
|
Penyelidikan Pasaran
|
0,244
|
0,073
|
Analisa Bisnis/Keuangan
|
0,265
|
0,056
|
Desain dan Pengembangan
|
0,.308
|
0,032
|
Pengujian di dalam Industri
|
0,082
|
0,315
|
Pengujian oleh Konsumen
|
0,014
|
0,466
|
Percubaan Pemasaran
|
0,071
|
0,338
|
Percubaan Produksi
|
-0,007
|
0,484
|
Analisa Perdagangan Sebelum di pasarkan
|
0,044
|
0,397
|
Produksi dimulai
|
-0,035
|
0,492
|
Pelancaran Produk kepasaran pasaran
|
0,006
|
0,485
|
Dari Tabel 2 dapat dilihat bahwa tahapan kegiatan proses pengembangan produk baru yang memiliki korelasi positif dengan keberhasilan produk baru dipasaran adalah penyaringan ide, perkiraan pasaran dan analisa bisnis dan keuangan. Sedangkan konsumen mencoba sampel produk memiliki korelasi negatif terhadap keberhasilan produk baru dipasaran. Hipotesa ini dapat diterima karena memiliki tingkat kepercayaan yang kurang dari 0,05.
Tabel 2. Aktivitas pengembangan produk baru pada industri-industri yang terdapat di Deli
Serdang
Faktor- faktor proses PPB
|
Correlation
|
Significant
|
Penyaringan Ide
|
0,392
|
0,036
|
Penaksiran Awal Pasaran
|
0,464
|
0,015
|
Penaksiran Awal Teknikal
|
-0,123
|
0,293
|
Penyelidikan Pasaran
|
0,288
|
0,097
|
Analisa Perdagangan/Keuangan
|
0,400
|
0,032
|
Desain dan Pengembangan
|
0,170
|
0,224
|
Pengujian didalam Industri
|
0,113
|
0,308
|
Pengujian oleh Konsumen
|
0,184
|
0,207
|
Percubaan Pemasaran
|
-0,381
|
0,040
|
Percubaan Produksi
|
-0,215
|
0,168
|
Analisa Perdagangan Sebelum di pasarkan
|
-0,164
|
0,233
|
Produksi dimulai
|
0,321
|
0,078
|
Pelancaran Produk kepasaran pasaran
|
-0,152
|
0,255
|
Pembahasan
Dari kedua tabel diatas dapat kita bandingkan bahwa untuk tahapan kegiatan proses pengembangan produk baru pada industri-industri yang terdapat di Malaysia menunjukkan bahwa hanya disain dan pengembangan produk baru yang memiliki korelasi positif terhadap keberhasilan produk baru dipasaran. Hal ini menunjukkan bahwa disain produk yang baik yang dapat memenuhi ciri-ciri produk yang diinginkan konsumen merupakan produk yang akan berhasil dipasaran. Sebenarnya tahapan ini juga harus lebih diperhatikan oleh para industriawan yang terdapat di Deli Serdang karena tidak hanya disain dari produk itu sendiri yang harus diperhatikan tetapi disain dari proses produksi produk baru itu sendiri juga merupakan hal-hal yang seharusnya menimbulkan perhatian yang lebih. Karena proses produksi yang baik dapat menghasilkan produk dengan mutu yang baik. Dan disain proses yang efisien juga dapat menekan harga produk. Harga produk yang rendah dengan mutu produk yang baik merupakan salah faktor keberhasilan produk dipasaran.
Sedangkan pada Tabel 2 dapat kita lihat bahwa terdapat tiga tahapan kegiatan yang mempengaruhi keberhasilan produk baru dipasaran. Kegiatan pertama adalah penyaringan ide. Tahapan ini memiliki korelasi positif yang cukup baik hal ini menunjukan bahwa untuk pasaran Deli Serdang ide produk yang akan disenangi konsumen adalah ide produk yang sesuai dengan strategi perusahaan dalam memenangkan persaingan dipasaran. Ide produk dapat bersumber dari segala pihak seperti: teknologi, konsumen, saingan, pihak manajemen dan perubahan lingkungan. Segala sumber-sumber ide tersebut harus lebih digali untuk dapat menghasilkan produk baru yang dapat menjadi produk unggulan dan memenuhi cita rasa konsumen.
Tahapan kedua yang memiliki korelasi positif adalah perkiraan pasaran. Pada tahapan ini harus lebih diperhitungkan ukuran pasaran, pertumbuhan pasaran, persaingan dipasaran dan tingkat pasaran yang ingin di capai. Hal ini menunjukkan bahwa di pasaran Deli Serdang memiliki tingkat pasaran dan sifat konsumen yang lebih beragam dari pada konsumen yang terdapat di Malaysia. Dilokasi pemasaran Deli Serdang karakteristi konsumennya lebih beragam dari pada konsumen yang terdapat di Malaysia dengan perbedaan suku yang lebih beragam makan psikologis konsumen dan selera konsumen juga lebih beragam.
Dan tahapan kegiatan ketiga yang memiliki korelasi positif adalah analisa bisnis dan keuangan hal ini menunjukkan bahwa analisa bisnis dan keuangan merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan jauh lebih memiliki pengaruh terhadap keberhasilan produk baru dipasaran dari pada kegiatan pengembangan produk baru yang terdapat di Malaysia. Hal ini disebabkan karena situasi perdagangan di Indonesia khususnya di Deli Serdang jauh lebih bergolak dari pada perdagangan di Malaysia yang jauh lebih stabil. Demikian juga dengan situasi keuangan Rupiah di Indonesia yang jauh lebih fluktuatif dibandingkan dengan fluktuasi mata uang Ringgit Malaysia. Hal inilah yang menyebabkab analisa bisnis dan keuangan merupakan salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan dalam kegiatan pengembangan produk baru.
Dari ketiga tahapan yang memiliki korelasi positif terdapat satu tahapan proses yang memiliki korelasi negatif yaitu konsumen mencoba sampel produk. Hal ini berarti bahwa semakin besar konsumen mencoba sampel produk baru makan semakin kecil tingkat keberhasilan produk dipasaran. Ini menunjukkan untuk daerah industri Deli Serdang tahapan kegiatan ini kurang tepat untuk di lakukan mungkin untuk menhindari pencurian ide produk sebelum produk yang sebenarnya launching dipasaran. Ini disebabkan karna persaingan dalam bidang perdagangan jauh lebih ketat di bandingkan persaingan perdagangan di Malaysia. Karena Indonesia merupakan salah satu daerah perdagangan yang cukup potensial dibandingkan Malaysia karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih banyak di banding Indonesia.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah:
1. Tahapan kegiatan disain dan pengembangan produk merupakan kegiatan yang memiliki korelasi positip terhadap keberhasilan produk baru dipasaran pada industri-industri yang terdapat di Malaysia.
2. Pada industri-industri yang terdapat di Deli Serdang menunjukkan bahwa tahapan kegiatan proses pengembangan produk baru yang memiliki korelasi positif dengan keberhasilan produk baru dipasaran adalah penyaringan ide, perkiraan pasaran dan analisa bisnis dan keuangan. Sedangkan konsumen mencoba sampel produk memiliki korelasi negatif terhadap keberhasilan produk baru dipasaran..
Daftar Acuan
Cooper, R. G. 1983. A Process Model for Industrial New Product Development. IEEE Transaction on Engineering Management. EM-30; 1.
Cooper R G, 1988, Winning at Products, Kogan Page.
Cooper, R. G. 1993. Winning at New products:
Accelerating the Process from Idea to Launch. Second Edition. Addison
Wesley.
Craig, A & Hart, S. 1992. Where to Now in New Product Development Research? European Journal of Marketing. 26; 11.
Crawford, C. M., 1996, New Product Management. Fifth edition, The McGraw-Hill Companies Inc.
Karlsson, C. 1997. Product Development, Innovation Networks, Infrastructure and Agglomeration Economies. The Annals of Regional Science. 31; pp 235-358.
Nazir, M. 1988. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Jakarta.
Rosenau, D. M. J. 1999. Successful Product Development: Speeding from Opportunity to Profit. John Wiley & Sons, Inc.
Ulrich, K. T. & Eppinger, S. D., 2000, Product Design and Developmet, 2sd edition. International Edition, The McGraw-Hill Companies, Inc.
Walpole, E. R. 1982, Pengantar Statistik. Edisi Ke-3. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar